Penggunaan Mata Uang Lokal Ciptakan Kemandirian di Asean

Rabu, 05 Jul 2023, 10:45 WIB

JAKARTA - Penggunaan mata uang lokal sebagai alat transaksi dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 Asean berdampak positif dengan munculnya stabilitas perekonomian di kawasan Asia Tenggara. Tak hanya itu, langkah tersebut juga dapat meningkatkan perekonomian di negara anggota Asean, termasuk Indonesia.

Dekan School of Business and Management (SBM) Petra Christian University, Josua Tarigan Ph.D menilai kebijakan tersebut dapat mereduksi pengaruh dari mata uang dollar AS sehingga mampu memperkuat dan melahirkan kemandirian perekonomian negara-negara Asean. "Hal tersebut nantinya juga akan menjadi sisi potensial meningkatkan pendapatan negara, seperti melalui sektor perdagangan, jasa, dan pariwisata," ujar Josua di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (4/7).

Ket. Foto: — Sumber: ISTIMEWA

Dia mengatakan pemilihan tempat pelaksanaan KTT Asean di Labuan Bajo juga merupakan cara pemerintah untuk menyelaraskan kebijakan dengan promosi kawasan wisata. Dia mencontohkan selain sumber daya alam, pendapatan Indonesia muncul dari sektor pariwisata dan salah satu hal yang mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi, yakni dengan ada kemudahan proses transaksi.

"Jadi keberadaan dollar ini sangat mempengaruhi. Kami lihat tentu ini akan menjadi potensial untuk Asean dan penguatan mata uang," ucapnya.

Kendati demikian, Josua menyebut kebijakan tersebut harus terus dilakukan penyesuaian, sebab nilai tukar mata uang antarnegara juga berpengaruh pada perbedaan biaya yang ada di pasaran. "Saat kita berbicara mata uang lokal nilainya kan akan semakin tinggi. Contohnya seperti dollar Singapura lebih tinggi dibanding rupiah dan mata uang dari Vietnam, jauh," tuturnya.

Cari Solusi

Dia pun yakin dengan kondisi tersebut pemerintah Indonesia bakal mencari solusi untuk melakukan penerapan penggunaan mata uang lokal dan konektivitas pembayaran digital antarnegara Asean.

Di sisi lain, Josua menyatakan munculnya kebijakan soal mata uang ini harus dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membangun suatu iklim pasar dengan maksimalisasi keberadaan pelaku usaha dan industri dalam negeri. Artinya, lanjut dia, Indonesia tak boleh hanya menjadi sasaran pasar, tetapi mampu tampil sebagai produsen.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.