Kemenko PMK Sebut Gotong Royong Fondasi Penting untuk Perekonomian Mandiri

Selasa, 04 Jul 2023, 13:54 WIB

JAKARTA - Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menyatakan bahwa gotong royong merupakan fondasi penting untuk mewujudkan kemandirian perekonomian Indonesia.

"Tata kelola ekonomi yang baik itu harus memastikan bahwa seluruh masyarakat terlibat aktif, selama ini kita sudah punya dasar ekonomi pancasila dengan gotong royong sebagai fondasi untuk melakukan distribusi akses ekonomi yang adil bagi seluruh warga negara," kata Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono di Jakarta, Selasa (4/7).

Ket. Foto: Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK Nunung Nuryartono — Sumber: antarafoto

Ia menyampaikan hal itu dalam acara Sarasehan Revitalisasi Trisakti dengan tema "Berdikari dalam Bidang Ekonomi" yang diikuti secara daring di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan baik pemerintah maupun masyarakat harus memiliki fondasi dan optimisme bahwa kemandirian ekonomi bisa didorong melalui prinsip gotong royong.

"Gotong royong memperkuat resiliensi ekonomi dan ketangguhan sosial, tidak ada satu daerah, yang tanpa gotong royong, hubungan sosialnya bisa kuat. Jadi dua jalur ini, ekonomi dan sosial, bisa kita jalankan bersama, yang ujungnya dapat menciptakan kesejahteraan masyarakat," ujar dia.

Nunung memaparkan gotong royong merupakan suatu identitas nasional di seluruh daerah, yang selama ini sudah dilakukan dengan cara dan istilah masing-masing.

Ia juga mengatakan gotong royong adalah mutual help system, yakni sistem yang saling menolong sesama tanpa membedakan tingkatan atas dan bawah.

"Gotong royong itu proses mobilisasi dan alokasi sumber daya, dengan gotong royong, maka sumber daya dan mobilisasi itu dilakukan bersama-sama," ucap dia.

Ia mencontohkan gotong royong yang diterapkan oleh penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dari Kementerian Sosial, di mana di beberapa daerah, masyarakat sudah merasa mampu dan tidak lagi mau menerima PKH tersebut, kemudian berinisiatif memberikan kepada saudara atau tetangga yang lebih membutuhkan.

"Saudara-saudara kita yang sudah 10 tahun menerima PKH, itu semestinya sudah bisa lepas. Kita menemukan di beberapa wilayah, mereka dengan ikhlas memberikan kepada teman atau saudara lain yang membutuhkan," katanya.

Ia menegaskan tanpa prinsip gotong royong dapat memunculkan sifat keserakahan.

Ia juga mengatakan gotong royong dapat didorong untuk mendukung kemajuan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia.

"Dengan konteks gotong royong, UMKM bisa menjadi bagian penting di dalam perekonomian. UMKM harus mampu melakukan penetrasi, bagaimana melibatkan aktivitas ekonomi lokal yang bisa penetrasi ke aktivitas global," kata dia.

Ia juga menyampaikan bahwa gotong royong juga termasuk ke dalam konteks EIG, yakni Etos Kerja, Integritas, dan Gotong Royong, sebagai bagian dari revolusi mental yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2022 yang mengamanatkan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem sampai nol persen pada 2024.

"Dengan kemandirian ekonomi melalui prinsip gotong royong, akan menjadi kekuatan besar bagi ekonomi Indonesia, karena tujuan kita kan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, kalau ekonomi kuat, tidak akan goyah ketika terjadi krisis," demikian Nunung Nuryartono.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Antara

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.