Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemensos Kerahkan 6 UPT Tangani Gempa Bantul

📅 Senin, 03 Jul 2023, 01:05 WIB | Oleh:
Kemensos Kerahkan 6 UPT Tangani Gempa Bantul Doc: istimewa
Ket. PENYALURAN BANTUAN -- Penyaluran bantuan dari Kemensos kepada korban gempa bumi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

JAKARTA - Kementerian Sosial (Kemensos) mengerahkan enam Unit Pelaksana Teknis (UPT) dalam penanganan gempa bumi yang terjadi di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Adapun gempa berkekuatan 6,4 magnitudo (M) terjadi pada Jumat (30/6) malam.

"Ibu Menteri telah memerintahkan seluruh petugas sentra/sentra terpadu, Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan unsur pendamping Kemensos lainnya yang terdekat dengan wilayah terdampak gempa, untuk bergerak memberikan bantuan," kata Plt. Kepala Biro Humas, Kemensos, Romal Sinaga dalam keterangannya, Minggu (2/7).

Romal menjelaskan, keenam UPT diinstruksikan untuk menyisir seluruh lokasi terdampak bencana. Enam UPT tersebut yaitu Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Regional III, Sentra Antasena, Sentra Satria, Sentra Terpadu Kartini, dan Sentra Margo Laras.

Dia menambahkan, UPT tersebut juga melakukan tindakan bantuan penanganan darurat kepada warga terdampak. Pihaknya mendirikan tenda serbaguna dan tenda keluarga untuk pengungsian, serta penyaluran bantuan logistik.

"Satu tenda serbaguna untuk pengungsian didirikan di Padukuhan Kuwon Kidul, Gunungkidul. Sementara, empat tenda keluarga di Padukuhan Kuwon Tengah, Semanu, Gunungkidul," jelasnya.

Total Bantuan

Romal mengungkapkan, total keseluruhan bantuan yang dikucurkan Kemensos untuk penanganan dampak gempa Bantul berjumlah 466.946.010 rupiah. Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari bantuan yang dikerahkan di antaranya oleh enam UPT tersebut.

Sentra Terpadu Soeharso mengerahkan bantuan dengan nilai bantuan 223.213.000 rupiah. Bantuan logistik dari Sentra Margo Laras senilai bantuan 12.892.900 rupiah.

"Untuk Kabupaten Bantul dan Gunungkidul, bantuan logistik disalurkan dari Sentra Terpadu Kartini, Sentra Antasena, BBPPKS Yogyakarta dan Lumbung Sosial di Gunungkidul," kata Romal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

45 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

55 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.