Hadiri Indonesia Net-Zero Summit 2023, Puteri Indonesia Sumut 2023 Tabitha Napitupulu Dukung Pengelolaan Sampah Berkelanjutan
Rabu, 28 Jun 2023, 10:30 WIBPuteri Indonesia Sumatera Utara 2023, Tabitha Napitupulu menghadiri salah satu panel talkshow di Konferensi FCPI (Foreign Policy Community of Indonesia) bertajuk "Indonesia Net-Zero Summit 2023" yang diselenggarakan di Djakarta Theater XXI, Thamrin, Jakarta Pusat, pada Sabtu (24/6).
Sebagai praktisi Public Relations lulusan UI dan LSPR , Tabitha sangat tertarik dengan Diskusi panel berjudul "Menempatkan Isu Iklim di Hati Pemda Indonesia", karena menurut Tabitha sangat sesuai dengan isu lingkungan hidup di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, yang sangat butuh aksi nyata pengelolaan sampah berkelanjutan, melalui peran Gen Z.
"Intinya, Climate Change Is The Existential Threat To The Human Race," kata Tabitha.
Sebagai negara kedua dengan pertumbuhan ekonomi terbaik di G20, Indonesia sudah berkomitmen untuk Indonesia Net Zero Emission 2060, yaitu penerapan Blue Economy (meminimalkan limbah, memiliki mulfiplier effect, melibatkan banyak tenaga kerja, dan inovatif), dan Green Economy untuk mendorong sustainability dengan target Net Zero Emission pada 2060.
Terkait target tersebut, pemerintah menerapkan lima prinsip utama, yaitu peningkatan pemanfaatan energi terbarukan, pengurangan energi fosil, penggunaan kendaraan listrik di sektor transportasi, peningkatan pemanfaatan listrik pada rumah tangga dan industri, dan pemanfaatan Carbon Capture and Storage (CCS).
"Green politics adalah green leadership. What we need now to solve climate change is political will," ujar Tabitha.
Sebagian decision maker terbelenggu dalam membuat keputusan, karena memiliki beban masa lalu, dan tersandera oleh kepentingan korporat dan pemodal. Maka itu, peran Gen Z sangat penting untuk berkolaborasi bersama decision maker dan menyuarakan aspirasinya terhadap isu lingkungan hidup, salah satunya pengelolaan sampah berkelanjutan untuk mencegah ancaman eksistensial bagi umat manusia.
Sementara, Ketua Umum FPCI (Foreign Policy Community of Indonesia), Dino Patti Djalal, juga mengatakan bahwa climate change ternyata menjadi isu hangat di tengah Gen Z, yang dapat disaksikan dari antusiasme 10 ribu orang usia produktif yang telah meramaikan forum tersebut.
Bima Arya, Walikota Bogor, salah satu narasumber menegaskan bahwa sampah menjadi salah satu masalah besar Indonesia. Padahal Indonesia diprediksi akan menjadi 5 besar negara ekonomi dunia pada 2045.
Namun, hal tersebut diisukan sulit tercapai akibat masalah sistematik, mulai dari aktor, infrastruktur, hingga kultur Indonesia yang rumit. Faktanya 70% sampah tersendat di ujung tempat pembuangan akhir, 15 % tidak terangkut, dan 15% didaur ulang, hingga menyebabkan tindak kriminal dan menjadi protes warga setempat.
"Untuk persampahan target 3M pada 2045 setidaknya 60% timbunan sampah akan didaur ulang. Kebijakan kami adalah mengelola sampah dari sumber nya," tutur Bima Arya.
Terkait hal itu, peran Gen Z sangat penting dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan. Sebagai contoh mulai dari kampanye gerakan gaya hidup minim sampah di Bogor, yaitu BOTAK "Bogor Tanpa Kantong Plastik", pembangunan tempat pengelolaan sampah terpadu, daur ulang sampah plastik menjadi bahan bakar, hingga kebijakan persampahan (sampah konstruksi hingga rumah tangga).
Tak hanya itu, dalam panel diskusi "Rembuk Kebangsaan Untuk Iklim", Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto juga mengatakan bahwa selain kesadaran Gen Z terhadap isu climate change dan waste management, IPM (Index Pembangunan Manusia) juga krusial. Usia produktif harus memperoleh pendidikan baik, berjiwa entrepreneurship, serta sehat dan inovatif untuk mewujudkan Net Zero Emission 2060. Sebagai contoh, di Bogor, terdapat inovasi mendaur ulang kemasan sachet menjadi palving block yang diproduksi untuk taman Kota Bogor.(IKN/TSR)
Penulis: Tim Redaksi
Berita Terkait:
-
Sosok Agnes Aditya Rahajeng, Puteri Indonesia 2026 dari Banten
-
Rano Karno Terinspirasi Kopenhagen Kelola Sampah Secara Terintegrasi
-
Cara Pasar Jaya Kelola Sampah Pasar Kramat Jati Agar Tidak Menumpuk
-
Program Pilah Sampah di Rorotan Berhasil Kurangi hingga 6 Ton Sampah
-
Buang Sampah Sembarangan, Pedagang Pasar Angke Bakal Ditindak Tegas
-
Gubernur DKI Pramono Anung Dorong Target Net Zero Emission
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.