Wajah Gadis yang Meninggal Lebih dari 1.300 Tahun Lalu Terungkap Melalui Rekonstruksi

Senin, 26 Jun 2023, 14:30 WIB

LONDON - Paras seorang gadis yang meninggal lebih dari 1.300 tahun lalu telah terungkap melalui rekonstruksi wajah. Kerangkanya ditemukan terkubur di tempat tidur kayu, dengan salib emas dan garnet di dadanya, di Trumpington, Cambridgeshire, Inggris, pada 2012.

Foto hasil rekonstruksi wajah itu akan dipajang sebagai bagian dari pameran Universitas Cambridge.

Ket. Foto: — Sumber: BBC/HEW MORRISON

Spesialis Anglo-Saxon, Dr Sam Lucy mengatakan, sebagai seorang arkeolog, saya terbiasa dengan orang-orang tanpa wajah, jadi sangat menyenangkan bisa melihat bagaimana rupanya.

Seniman forensik, Hew Morrison, merekonstruksi wajahnya menggunakan pengukuran tengkorak perempuan muda dan data kedalaman jaringan perempuan Kaukasia.

"Mata kirinya sedikit lebih rendah, sekitar setengah sentimeter, dibandingkan mata kanannya -- ini akan sangat kentara semasa hidupnya," kata Morrison.

Analisis spesialis baru tentang tulang dan gigi remaja abad ke-7 itu telah mengungkapkan lebih banyak hal soal kehidupannya yang singkat. Dia lahir di sekitar Pegunungan Alpen, kemungkinan di Jerman selatan, lalu pindah ke Cambridgeshire setelah dia berusia tujuh tahun. Pola makannya berubah begitu dia tiba di Inggris.

"Kami sekarang tahu bahwa proporsi proteinnya menurun, yang menunjukkan bahwa dia makan lebih banyak daging dan produk susu saat berada di Jerman selatan dibandingkan saat tiba di Trumpington," ucap Morrison.

Studi Universitas Cambridge yang diterbitkan tahun lalu mengungkapkan bahwa raja-raja Anglo-Saxon kebanyakan vegetarian sebelum dikuasai Viking.

Dari analisis sebelumnya, para peneliti mengetahui bahwa dia mengidap penyakit yang tidak diketahui sebelum meninggal dunia.

Dr Sam Leggett, yang membantu menganalisis isotop di Universitas Cambridge sebelum pindah ke Universitas Edinburgh, mengatakan, "Dia mungkin tidak sehat, dia telah melalui perjalanan jauh ke tempat yang benar-benar asing, bahkan makanannya berbeda. Pasti menakutkan."

Pemakaman itu adalah salah satu dari hanya 18 pemakaman di tempat tidur yang ditemukan sejauh ini di Inggris, sedangkan salib emas dan garnet menunjukkan kekristenan dan latar belakang aristokratnya.

Dr Lucy mengatakan bahwa penelitian pemakaman tempat tidur di Eropa tampaknya benar-benar menunjukkan perpindahan sekelompok kecil perempuan muda elite dari wilayah pegunungan Eropa ke wilayah Cambridge pada kuartal ketiga abad ketujuh.

Perempuan itu bisa saja datang sebagai pengantin perempuan, atau hendak bergabung dengan rumah biara sekitar, seperti Ely Abbey, dan oleh sebab itu dia merupakan bagian dari jaringan perempuan elite pan-Eropa yang banyak terlibat di gereja.

"Dia adalah contoh yang bagus untuk menghidupkan kembali masa lalu," tutur dia.

Artefak yang ditemukan di makam itu, termasuk Salib Trumpington dan kepala ranjang dekoratif, yang juga akan ditampilkan di dalam pameran tersebut. Ini mengeksplorasi jejak-jejak di mana orang-orang ini pernah hidup, bekerja, dan meninggal selama ribuan tahun di Cambridgeshire.

Selain itu, ada pula penemuan tembikar dan tekstil dari Must Farm "Britains's Pompei" dan gesper sabuk gading gajah seorang biarawan muda yang ditemukan di pemakaman Biarawan Augustinian Cambridge. BBC/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Berbagai Sumber, Ilham Sudrajat

Berita Terbaru

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.