Pimpinan Wagner Serukan Pasukannya Balik Arah dan Meninggalkan Rusia

Minggu, 25 Jun 2023, 09:34 WIB

MOSKOW - Kepala pasukan tentara bayaran Wagner yang memberontak akan meninggalkan Rusia dan tidak akan menghadapi dakwaan setelah membatalkan gerak maju pasukannya pada Sabtu (24/6), kata Moskow.

Perseteruan antara kepala Wagner Yevgeny Prigozhin dengan petinggi militer Rusia memuncak di hari sebelumnya. Tentara Wagner merebut markas besar tentara di Rusia selatan kemudian menuju ke utara untuk mengancam ibu kota.

Ket. Foto: Pendiri kelompok swasta Wagner Yevgeny Prigozhin berbicara di dalam markas besar pusat komando militer tentara selatan Rusia, yang diambil di bawah kendali PMC Wagner, di kota Rostov-on-Don, Rusia dalam gambar diam ini diambil dari video (24/6/2023). — Sumber: ANTARA /Press service of "Concord"/Handout via REU

Beberapa jam setelah perubahan sikap Prigozhin, Kremlin mengumumkan, dia akan meninggalkan Rusia dan pergi ke Belarusia. Rusia tidak akan mendakwa dia atau anggota kelompoknya.

Dalam perkembangan yang dramatis setelah peringatan Presiden Vladimir Putin soal perang saudara, Moskow menyerukan kepada penduduk untuk tidak turun ke jalan. Sementara Kiev bersuka ria dalam kekacauan yang melanda musuhnya itu.

Situasi tiba-tiba berubah ketika Prigozhin membuat pengumuman mengejutkan bahwa pasukannya "balik arah dan kembali ke kamp lapangan" untuk menghindari pertumpahan darah di Moskow.

Prigozhin yang berseteru sengit dengan kepemimpinan militer Moskow mengatakan, dia memahami pentingnya momen itu dan tidak ingin "menumpahkan darah Rusia".

Menjelang Minggu pagi, Wagner telah menarik pejuang dan peralatannya dari Rostov-on-Don, markas militer yang direbut mereka, kata gubernur daerah itu.

Namun sebelum pergi, warga bersorak dan meneriakkan "Wagner! Wagner!"di luar markas militer tersebut.

Pihak berwenang di wilayah Lipetsk selatan mengumumkan pencabutan pembatasan setelah sebelumnya melaporkan masuknya pasukan Wagner di wilayah mereka, di mana ibu kota setempat hanya berjarak 420 km dari Moskow.

Presiden Belarusia Alexander Lukashenko mengatakan telah merundingkan gencatan senjata dengan Prigozhin. Moskow berterima kasih kepada Lukashenko.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan bahwa "kasus pidana terhadap dia (Prigozhin) akan dibatalkan. Dia sendiri akan pergi ke Belarusia."

Peskov juga mengatakan, anggota Wagner yang telah mengambil bagian dalam "pemberontakan bersenjata" tidak akan diadili.

"Menghindari pertumpahan darah, konfrontasi internal, dan bentrokan dengan hasil yang tidak terduga adalah tujuan tertinggi," tambah Peskov.

Kiev menikmati kekacauan yang melanda musuhnya.

"Prigozhin mempermalukan Putin/negara dan menunjukkan bahwa tidak ada lagi monopoli kekerasan," kata pembantu presiden Mykhailo Podolyak di Twitter.

Sementara Rusia mengklaim pemberontakan itu tidak berdampak pada kampanyenya di Ukraina. Kiev mengatakan kerusuhan itu memberikan "jendela peluang" saat negara itu menekan serangan balasan yang telah lama ditunggu-tunggu.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.