PGRI Tegaskan Tetap Kuat dan Solid
Selasa, 20 Jun 2023, 14:43 WIBJAKARTA - Ketua Departemen Kominfo dan Tim Media Suara Guru Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Wijaya Winarya, mengatakan, pihaknya tetap kuat dan solid. Adanya mosi tidak percaya dari beberapa pihak internal PGRI tidak berdampak pada kepercayaan daerah terhadap organisasi serta kepemimpinan Ketua Umum PB PGRI, Unifah Rosyidi.
"PGRI masih tetap setia, solid, dan mendukung kepemimpinan Ketua Umum," ujar Wijaya, dalam keterangannya kepada awak Media, kemarin.
Dia mengatakan, belasan Ketua PGRI Provinsi sudah mengklarifikasi dan menyatakan bahwa nama-nama mereka sudah dicatut sebagai bagian dari yang menyatakan mosi. Daerah yang menyatakan bahwa mereka tidak menjadi bagian mosi dan tetap mendukung kepemimpinan yang sah di antaranya: Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Barat, DKI Jakarta, Jambi, Lampung, Kepulauan Riau, Papua Selatan, Papua Barat Daya, dan Kabupaten Bau-bau Sulawesi Tenggara.
"Sedangkan DIY dan NTT itu bukan dihadiri Ketua dan merupakan pernyataan pribadi," tambahnya.
Wijaya mengungkapkan, mereka yang menyatakan mosi tidak percaya tersebut mendapat reaksi yang negatif dan tuntutan dari pengurus Kabupaten/Kota di wilayahnya. Mosi tersebut tidak melalui forum resmi organisasi yang melibatkan pengurus Kab/Kota.
Dia menambahkan, istilah mosi yang dikeluarkan tidak dikenal dalam organisasi PGRI. Pihaknya menganggap adanya mosi tidak percaya lebih terkait dengan dinamika kontestasi politik menjelang Kongres PGRI ke-XXIII.
"Ini menunjukkan tanda ketidaksabaran dari oknum-oknum yang ingin tampil bersaing dalam suksesi kepemimpinan PGRI," katanya.
Wijaya juga menyinggung pernyataan 9 oknum Pengurus Besar yang menyebut dirinya tim 9 adalah bentuk indisipliner organisasi dan tidak mematuhi mekanisme organisasi yang berlaku. Menurutnya, sebagian besar bagian dari tim 9 adalah mereka yang jarang dan hampir tidak pernah hadir dalam rapat-rapat pleno dan forum-forum kegiatan resmi organisasi.
"Mereka belum menyadari bahwa syahwat yang tidak terkendali dan meledak-ledak keluar ini juga berpotensi menjatuhkan muruah serta memecah belah organisasi," terangnya.
Dia meminta pengurus daerah tetap tenang terkait adanya situasi tersebut. Pengurus harus tetap mematuhi mekanisme organisasi yang berlaku dan segera melakukan langkah konsolidasi menyatukan langkah sikap. "Ini untuk melawan segala manuver kelompok-kelompok yang akan meruntuhkan wibawa organisasi," tandasnya.
Redaktur: Sriyono
Penulis: Muhamad Ma'rup
Berita Terkait:
-
Aktor ‘The Cosby Show’ Malcolm-Jamal Warner Meninggal karena Tenggelam
-
Kumpulan Puisi Hari Guru 2025 yang Bikin Haru: Dari Cahaya hingga Penjaga Mimpi
-
Pemprov DKI Tata Stasiun Karet Agar Terintegrasi dengan Stasiun Sudirman
-
Menteri Bahlil: 18 Proyek Hilirisasi Senilai Rp 618 Triliun Serap Ratusan Ribu Pekerja
-
Koperasi Desa Merah Putih Diharapkan Perkuat Pengelolaan Pariwisata
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.