Perundingan IEU CEPA Diharapkan Selesai 2023
Senin, 19 Jun 2023, 09:02 WIBJAKARTA - Pemerintah berharap perundingan perjanjian kerja sama ekonomi komprehensif antara Indonesia dengan Uni Eropa atau Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) selesai pada akhir 2023. IEU CEPA diharapkan dapat meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Uni Eropa (UE), khususnya di sektor industri produk olahraga yang memiliki tren positif.
"Harapannya, pembahasan substansi perundingan IEU-CEPA dapat segera diselesaikan pada akhir tahun ini, sesuai dengan komitmen kedua kepala negara dalam pertemuan bilateral di sela-sela rangkaian kegiatan KTT G7 Outreach di Hiroshima beberapa waktu lalu," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resmi, Sabtu (17/6).
Karena itu, dalam pertemuan dengan delegasi Federation of European Sporting Goods Industry (FESI), ia mengatakan FESI berperan penting mempercepat penyelesaian perundingan IEU-CEPA yang akan memasuki putaran ke-15 pada Juli mendatang.
Kedua pihak juga sepakat berkolaborasi untuk menyusun peta jalan peningkatan industri produk olahraga di Indonesia yang dapat menciptakan jutaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Menko Airlangga juga berharap industri produk olahraga yang saat ini tersebar di kawasan Asia lain dapat mendiversifikasikan rantai pasoknya dengan meningkatkan investasi di Indonesia sehingga perekonomian nasional dapat terungkit.
Apalagi, Indonesia telah melakukan sejumlah reformasi struktural untuk menciptakan iklim investasi yang baik dan mempermudah kegiatan pelaku usaha.
Permudah Kerja Sama
Dalam pertemuan dengan Presiden FESI Neil Narriman dan Sekjen FESI Jerome Pero tersebut, Menko Airlangga berharap FESI dapat meyakinkan pelaku usaha Uni Eropa tentang IEU CEPA yang dapat mempermudah kerja sama sektor swasta kedua pihak, terutama yang bergerak di produksi alat olah raga.
"Kami sangat mengapresiasi dukungan FESI kepada Pemerintah Indonesia terhadap sporting goods industry Indonesia, serta desakan dan dorongan FESI kepada pihak Komisi Eropa untuk dapat bersama-sama menyelesaikan Perundingan IEU-CEPA," pungkas Menko Airlangga.
Berita Terkait:
-
Ikan Nila Jadi Primadona di Kabupaten Gunung Mas, Penjualan Benih Tembus 1.830 Ekor di Awal 2026
-
AHY: Pendidikan Pelayaran Tentukan Masa Depan Maritim Indonesia
-
Kecelakaan Maut di Nürburgring, Pembalap Veteran Tewas dalam Tabrakan Beruntun
-
AS Pertahankan Penempatan Alutsista di Korsel
-
DKI Jakarta rencanakan bentuk PJLP khusus tangani ikan sapu-sapu
-
Gunung Dukono Erupsi Lagi, Semburkan Abu Vulkanik hingga 1.200 Meter
-
Ronaldo Tak Sabar Menikmati Atmosfer GBK
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.