PLTS Atap Atasi Gap Pencapaian Target EBT

Sabtu, 17 Jun 2023, 01:15 WIB

JAKARTA - Kementerian ESDM menyebutkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap dapat menjadi salah upaya untuk mengatasi kesenjangan atau gap pencapaian target energi baru dan terbarukan (EBT) dalam bauran energi sebesar 23 persen pada 2025.

Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/6), mengatakan potensi PLTS atap di Indonesia sangat besar, yakni mencapai 32,5 GW.

Ket. Foto: ANDRIAH FEBY MISNA Direktur Aneka Energi Baru dan Energi Terbarukan Kementerian ESDM - PLTS atap merupakan salah satu program untuk mengisi gap pencapaian target bauran EBT. — Sumber: ISTIMEWA

Sementara itu pemanfaatan PLTS atap, berdasarkan catatan per Mei 2023, sebesar 95 MW dari 7.075 pelanggan, yang terdiri atas golongan rumah tangga, industri, bisnis, sosial maupun pemerintah.

"PLTS atap merupakan salah satu program untuk mengisi gap pencapaian target bauran EBT," kata Feby saat peresmian PLTS atap di Kantor Pusat PT Blue Bird Tbk, Jakarta, Selasa (13/6).

Seperti dikutip dari Antara, Feby mengatakan PLTS atap menjadi solusi pemanfaatan energi terbarukan di perkotaan yang lahannya terbatas, sekaligus menjadi peluang bagi seluruh pihak untuk turut berkontribusi dalam pengembangan energi terbarukan.

Di sisi lain, sektor bisnis dan komersial seperti perkantoran memiliki konsumsi energi yang cukup besar. Tren global saat ini menuntut perkantoran menerapkan net zero energy building melalui inovasi dan terobosan yang dapat meminimalkan penggunaan energi dan memenuhi konsep green environment.

Lebih Mudah Diterapkan

Oleh karena itu, Feby menyebut pemanfaatan PLTS atap lebih mudah diterapkan dan dapat menjadi salah satu pilihan optimal di sektor bisnis untuk mengurangi penggunaan energi dengan memanfaatkan energi yang berasal dari panel surya tersebut.

"Cukup banyak faktor yang semakin memudahkan kita untuk memanfaatkan PLTS atap, antara lain perkembangan teknologi, tersedianya beragam alternatif skema pembiayaannya, serta fleksibilitas skala aplikasi PLTS atap dalam beragam skala sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dengan memasang PLTS atap, pelaku bisnis dapat menggantikan sebagian kebutuhan listriknya di siang hari menjadi energi terbarukan sekaligus menghemat tagihan listrik," jelasnya.

Feby pun mengapresiasi inisiatif Blue Bird memanfaatkan PLTS untuk mengurangi emisi dan berharap PLTS atap menjadi role model khususnya perusahaan penyedia transportasi lainnya dan secara umum untuk sektor bisnis atau komersial.

Wakil Direktur Utama Blue Bird, Adrianto Djokosoetono, menyampaikan penggunaan PLTS atap merupakan salah satu inisiatif perusahaan untuk memperbaiki kualitas lingkungan dan sejalan dengan komitmen visi berkelanjutan perusahaan yaitu pengurangan emisi hingga 50 persen pada 2030.

"Inisiatif implementasi panel surya telah kami rencanakan sejak peluncuran visi keberlanjutan perusahaan pada tahun lalu yang bertepatan dengan Hari Bumi. Kami menyadari pengurangan emisi untuk menjadikan kualitas udara lebih sehat dapat dilakukan dngan berbagai cara, salah satunya adalah melakukan transisi energi bersih dengan memanfaatkan cahaya matahari," tuturnya.

Selain itu, Adrianto juga menyatakan perusahaan siap mengoptimalkan panel surya pintar dengan daya sebesar 215,6 kWp yang diproyeksikan dapat mereduksi lebih dari 2.000 ton emisi karbon per tahun.

Sebelumnya, Feby mengatakan pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan pemanfaatan energi surya sebagai salah satu sumber energi terbarukan yang potensinya sangat melimpah di Indonesia.

"Salah satu sumber energi terbarukan yang potensinya sangat melimpah di Indonesia adalah energi surya, kita berada di negara tropis, kita mendapatkan cahaya sinar matahari," ucap Feby.

Ia mengungkapkan berbagai program terus didorong oleh pemerintah untuk bisa memanfaatkan energi surya, baik itu melalui program PLTS skala besar, PLTS terapung maupun juga PLTS atap.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

Daun Pandan Tak Sekadar Aroma Khas, Ada Ikatan antara Hainan dan Indonesia yang Terjalin Semakin Erat

Kegiatan Gratis di HBKB Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Masyarakat

Banten Siapkan Fasilitas Hoki Baru 2027, Target Cetak Atlet untuk PON 2032 hingga

Karhutla di Kalbar Capai 38 Ribu Hektare, BNPB Waspadai Ancaman Bencana Asap

Status Bandara IKN Bakal Diubah Jadi Bandara Umum

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.