Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gangguan Kecemasan di Masa Kecil Berdampak Saat Dewasa, Simak Hasil Riset Ini

📅 Sabtu, 17 Jun 2023, 11:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Gangguan Kecemasan di Masa Kecil Berdampak Saat Dewasa, Simak Hasil Riset Ini Doc: The Conversation/Shutterstock
Ket. Gangguan kecemasan saat masa kecil bisa mempengaruhi capaian akademik dan karier pada masa depan.

Mara Violato, University of Oxford; Jack Pollard, University of Oxford, dan Tessa Reardon, University of Oxford

Angka kecemasan di antara anak-anak dan kaum muda terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Situasi ini menjadi semakin parah, sebagian akibat dampak pandemi.

Sesekali merasakan kecemasan adalah hal yang normal, bahkan saat masa kecil. Misalnya, seorang anak bisa saja merasa cemas karena ada ujian sekolah yang mendatang.

Namun, jika rasa cemas tersebut menjadi parah, terjadi secara jangka panjang, dan mengganggu kegiatan sehari-hari sang anak, ini kemudian dapat dikatakan sebagai gangguan kecemasan (anxiety disorder).

Riset terbaru kami telah menemukan bahwa gangguan kecemasan di antara kaum muda bisa berdampak pada masalah kesehatan mental saat dewasa, nilai akademik yang lebih buruk di sekolah, hingga penghasilan yang lebih rendah.

Namun, orang tua dan bahkan dokter bisa saja mengalami kesulitan dalam membedakan rasa takut dan cemas sehari-hari yang sesuai dengan usia seseorang, dengan masalah kecemasan yang benar-benar bisa mengganggu kehidupan sehari-hari.

Ketika keluarga memutuskan untuk mencari bantuan, mereka kemudian kesulitan mendapatkan bantuan layanan kesehatan mental yang aksesnya terbatas. Banyak anak dengan gangguan kecemasan akhirnya tidak menerima bantuan dan pengobatan. Namun, riset kami menunjukkan pentingnya anak-anak dengan gangguan kecemasan untuk menerima intervensi secara tepat waktu - sebelum gejalanya menjadi lebih parah.

Kata riset

Kami melakukan peninjauan sistematis (systematic review) - suatu studi untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menyintesis seluruh publikasi riset yang ada terkait suatu tema riset spesifik.

Dengan melihat temuan-temuan dari beragam riset ini, kami menemukan bahwa orang-orang yang menderita masalah kecemasan saat masa kecil atau remaja lebih berkemungkinan untuk punya gangguan kecemasan ketika mereka mulai masuk masa dewasa muda. Banyak studi menunjukkan adanya hubungan antara gangguan kecemasan remaja dengan depresi saat dewasa.

Kami juga menemukan bahwa remaja yang mengalami masalah kecemasan sering kali lebih banyak absen dari sekolah serta meraih nilai yang lebih rendah ketimbang teman-temannya yang tidak mengidap gangguan kecemasan.

Salah satu studi yang kami pelajari menemukan bahwa orang-orang berusia 30 tahun yang pernah menderita gangguan kecemasan saat remaja, lebih dari dua kali lipat berkemungkinan untuk berstatus sebagai pengangguran saat disurvei. Mereka juga bisa menjumpai sejumlah hambatan di tempat kerja. Riset tersebut menunjukkan bahwa orang dewasa yang mengalami gangguan kecemasaan saat kecil lebih berpotensi terhambat dalam kerjaan dan merasakan stres.

Tak mengejutkan, semua ini mengakibatkan adanya beban ekonomi yang cukup besar bagi anak-anak pengidap gangguan kecemasan ketika mereka dewasa, bagi keluarga mereka, maupun masyarakat luas. Satu studi menemukan bahwa anak laki-laki yang menderita masalah kecemasan saat kecil mendapatkan penghasilan lebih rendah sebanyak 3% ketika masa bekerja.

Penelitian di Belanda yang terbit pada 2008 menemukan bahwa orang tua membayar biaya pribadi rata-rata €96 (sekitar Rp 1,5 juta) per tahun untuk pengobatan anak mereka. Orang tua yang punya anak dengan kecemasan juga bisa membuat mereka absen dari kerjaan. Studi di AS yang terbit tahun 2020 menemukan untuk hari-hari absen dari kerjaan ini, per anak, akan membebani masyarakat sekitar US$ 856 (hampir Rp 13 juta).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.