Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementerian ESDM Prioritaskan Modernisasi Alat Kegeologian

📅 Jumat, 16 Jun 2023, 13:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementerian ESDM Prioritaskan Modernisasi Alat Kegeologian Doc: ANTARA/HO-Humas Kementerian ESDM
Ket. Menteri ESDM Arifin Tasrif saat membuka Rapat Kerja Badan Geologi Kementerian ESDM di Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/6/2023).

JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memprioritaskan modernisasi alat-alat kegeologian. Langkah itu diharapkan dapat mendukung hasil yang baik, cepat, tepat, dan akurat terutama alat pemantauan kebencanaan menyangkut keselamatan manusia.

"Personel yang kompeten, tangguh, dan mengerti bidangnya harus juga didukung oleh peralatan yang mumpuni. Jadi, jangan ragu-ragu jika mengusulkan pengadaan alat-alat kerja untuk mendukung pekerjaan sehari-hari," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif saat membuka Rapat Kerja Badan Geologi Kementerian ESDM, di Bandung, Jawa Barat, Kamis (15/6).

Dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat (16/6), Arifin mengatakan alokasi anggaran Kementerian ESDM pada 2024 mengalami peningkatan, sehingga pemanfaatannya harus lebih optimal, terutama untuk kebutuhan pengadaan dan memodernisasi alat kegeologian yang ada agar menjadi lebih baik dan produktif.

"Khusus untuk kebencanaan, kita lengkapi peralatan-peralatannya dengan yang lebih baru agar kita dapat memitigasi bencana untuk keselamatan masyarakat (early warning). Nyawa manusia itu di atas segalanya, sempurnakan alat-alat kita," ujarnya pula.

Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Sugeng Mujiyanto juga mengatakan Badan Geologi telah menjadikan modernisasi peralatan khususnya untuk pemantauan kebencanaan geologi menjadi prioritas utama.

"Selaras dengan arahan Bapak Presiden RI dan ditindaklanjuti instruksi Bapak Menteri ESDM, modernisasi peralatan pemantauan kebencanaan geologi menjadi prioritas utama Badan Geologi yang telah disusun dan mulai dilaksanakan pada 2022," ujarnya lagi.

Modernisasi peralatan tersebut, menurut dia, bertujuan untuk mengisi kekurangan peralatan pemantauan bencana serta melakukan penggantian peralatan pemantauan dengan teknologi yang lebih baik.

Tambahan Anggaran

Selain peralatan kebencanaan seperti alat pemantauan gunung api, gerakan tanah atau landslides early warning system (LEWS), patahan aktif, dan stasiun pengamatan penurunan muka air tanah (SPPT), modernisasi alat juga diperlukan untuk peralatan pada laboratorium dan sarana teknis survei.

Sugeng menambahkan pada 2022, telah dilakukan modernisasi peralatan pemantauan di 8 lokasi gunung api, 5 pos gunung api, 4 lokasi patahan aktif, 6 lokasi SPPT, dan 7 lokasi LEWS.

Tambahan anggaran dari pemanfaatan IP PNBP juga telah mendorong peningkatan modernisasi peralatan pemantauan pada 2023, yang meliputi 12 lokasi gunung api, 7 pos gunung api, 5 lokasi patahan aktif, 8 lokasi SPPT, dan 7 lokasi LEWS.

Pada 2024, ujarnya lagi, modernisasi peralatan akan terus meningkat seiring peningkatan anggaran hampir dua kali lipat dan diharapkan dapat diselesaikan lebih cepat pada 2025.

Sistem pemantauan kebencanaan geologi yang andal harus memenuhi prinsip cepat dalam penyajian data, serta akurat dalam data dan hasil pengolahan, sehingga dapat dihasilkan peringatan dini yang cepat dan tepat untuk antisipasi ancaman bahaya, serta meminimalkan korban jiwa dan kerugian harta benda.

"Tujuan penting dari modernisasi peralatan pemantauan kebencanaan geologi bukan hanya instalasi peralatan dan peralatan beroperasi dengan optimal, tetapi lebih jauh adalah terciptanya kemandirian serta mimpi, visi, misi, dalam menyelamatkan masyarakat dari ancaman dapat dikerjakan secara paripurna," ujar Sugeng pula.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.