MDRT Diharapkan Jadi Wadah Untuk Peningkatan Kompetensi Agen Asuransi

Rabu, 14 Jun 2023, 19:19 WIB

JAKARTA- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) berharap MDRT Indonesia terus menjadi wadah bagi para agen asuransi jiwa dalam meningkatkan kompetensi mereka sebagai agen berstandar Internasional. Dengan demikian jumlah agen asuransi jiwa yang berkualifikasi MDRT dan kredibel akan terus meningkat.

Data Komite MDRT Indonesia menunjukkan, hingga akhir tahun 2022 jumlah agen asuransi jiwa di Indonesia yang tercatat sebagai anggota MDRT sebanyak 2.644 anggota. Komite MDRT Indonesia bahkan menargetkan agen asuransi jiwa yang bergabung ke MDRT akan menyentuh angka 3.000 anggota pada 2024 mendatang.

Ket. Foto: Country Chair MDRT Indonesia, Dedy Setio (tengah) bersama Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu bersama jajaran committee MDRT Day 2023 dalam konprensi pers di Jakarta, Rabu (14/6) — Sumber: Istimewa

Country Chair MDRT Indonesia, Dedy Setio dalam konprensi pers mengenai rencana pelaksanaan MDRT Day Indonesia 2023 di Rumah AAJI Jakarta, Rabu (14/6) mengatakan pada 2023, jumlah agen yang mendaftar masih dalam perhitungan Komite MDRT Indonesia. Namun, data terakhir per Mei menyebutkan sudah terdapat 2.277 anggota.

"Jumlah ini akan terus bertambah hingga tanggal 30 Juni 2023. Jadi angka ini belum final. Bagi kami ini adalah pencapaian yang sangat luar biasa ditengah situasi pandemi beberapa tahun terakhir," kata Dedy.

Dengan pencapaian tersebut, Direktur Eksekutif AAJI, Togar Pasaribu dalam kesempatan yang sama mengapresiasi MDRT Indonesia yang selama pandemi kemarin justru mampu meningkatkan kapasitas anggotanya sangat signifikan.

AAJI, jelas Togar, senantiasa mengajak agar para agen asuransi jiwa untuk meningkatkan kapasitasnya dengan bergabung dalam MDRT Indonesia. "Ini adalah wadah bagi para agen asuransi jiwa untuk dapat meningkatkan kemampuannya sebagai Financial Planner berskala internasional," kata Togar.

Untuk diketahui, agen masih menjadi penopang kinerja industri asuransi jiwa di Indonesia. Industri mengapresiasi tinggi peran agen asuransi jiwa. Togar menyebutkan, jumlah karyawan di industri asuransi jiwa saat ini mencapai lebih dari 20 ribu dan jumlah tenaga pemasar sekitar 567 ribu orang.

"Para profesional inilah yang menghidupkan misi AAJI yaitu Transformasi Lampaui Batas, sebagai semangat baru untuk terus maju," kata Togar.

Menurut Togar, peran agen asuransi jiwa sangat vital dalam meningkatkan penetrasi serta inklusi dan literasi asuransi jiwa di masyarakat. Maka dari itu AAJI terus mendukung berbagai upaya dalam meningkatkan kompetensi dan pengetahuan agen asuransi jiwa, yang salah satunya didapatkan melalui seminar inspiratif MDRT Day Indonesia.

"Kami berharap ada kualifikasi baru bagi calon anggota MDRT yaitu turut memperhitungkan premi pretention risk. Dalam hal ini kategori MDRT tidak hanya berdasarkan nominal, tetapi juga kualitasnya. Tujuannya menciptalan polis-polis yang sehat, di sisi lain polis yang lapse berkurang. Saya menduga jumlah anggota MDRT Indonesia yang fluktuatif itu salah satunya karena polis yang lapse ini, selain efek Covid," ungkap Togar.

Berkaitan dengan kinerja industri asuransi jiwa, berdasarkan data dari 56 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari sampai dengan Maret 2023, jumlah tertanggung asuransi jiwa terus meningkat. Sampai dengan 31 Maret 2023, industri asuransi jiwa mencatatkan jumlah tertanggung sebanyak 87,54 juta orang. Ini terdiri dari 29,74 juta tertanggung perorangan dan 57,80 juta tertanggung kumpulan.

Jika dibandingkan dengan pencapaian pada kuartal I 2022, secara keseluruhan terdapat lebih dari 12 juta penambahan tertanggung, atau meningkat sebesar 16,6 persen. Sementara dari sisi pendapatan, pada kuartal I tahun 2023 industri asuransi jiwa berhasil membukukan total pendapatan sebesar 54,36 triliun rupiah.

Peran Penting Agen

Lebih lanjut Togar menegaskan bahwa pertumbuhan tertanggung tentu saja berkaitan erat dengan kinerja pemasaran. Hal itu mengindikasikan bahwa pemahaman masyarakat akan fungsi proteksi asuransi jiwa semakin bertumbuh.

"Peran agen asuransi jiwa bagi masyarakat sudah bukan lagi hanya sekedar 'pemasar asuransi jiwa' tetapi juga sebagai pendamping dalam memberikan edukasi tentang perencanaan keuangan keluarga. Dari sisi profesi, agen asuransi jiwa juga sudah dilirik sebagai peluang karier yang menjanjikan. Sebab itu, perlu upaya yang konsisten dari seluruh agen asuransi jiwa untuk menggeser persepsi masyarakat mengenai agen asuransi jiwa sebagai 'sales' tetapi lebih kepada pendamping perencana keuangan," jelas Togar.

Di tengah kondisi yang penuh tantangan itu, dibutuhkan kinerja para agen yang benar-benar profesional untuk membangun industri asuransi jiwa yang terpercaya.

"AAJI akan terus mendorong peningkatan jumlah tenaga pemasar berlisensi dan memastikan kualitas dan profesionalitas para tenaga pemasar. Kami optimistis jumlah agen akan terus meningkat dan lambat laun penetrasi asuransi jiwa pun akan meningkat. Terlebih saat ini sudah semakin banyak anak muda (generasi milenial) yang mulai menjadikan agen asuransi sebagai profesi yang sejajar dengan profesi-profesi lainnya," katanya.

Sementara itu, AAJI tentu tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah agen asuransi jiwa saja. Standar Praktik dan Kode Etik Tenaga Pemasar Asuransi Jiwa yang telah disepakati dan diterbitkan oleh asosiasi harus dipegang teguh dan diterapkan oleh seluruh agen dan perusahaan sebagai rambu-rambu yang harus dipatuhi guna menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Praktik-praktik tersebut seperti praktik pembajakan agen/poaching, twisting, mis-selling, mis-informasi dan praktik-praktik penjualan lainnya yang menyimpang dari Standar Praktik & Kode Etik Tenaga Pemasar Asuransi Jiwa.

Saat ini semakin banyak media pembelajaran bagi para agen asuransi jiwa yang dibungkus dengan cara yang menarik, salah satunya acara MDRT Day Indonesia yang tahun ini akan diselenggarakan pada tanggal 13 Juli 2023. Kegiatan seminar dengan skala internasional itu memungkinkan para agen asuransi meningkatkan kemampuan diri menjadi agen profesional berskala internasional.

"Saya menghimbau bagi perusahaan asuransi dan para tenaga pemasar untuk tidak melewatkan kesempatan berharga ini," kata Togar.

Untuk diketahui MDRT adalah perkumpulan agen-agen asuransi profesional yang mampu mencetak nilai premi yang sangat luar biasa. AAJI dan MDRT Indonesia akan berjalan beriringan, hand to hand untuk dapat menciptakan dan mencetak agen-agen profesional di masa mendatang.

"Kami sangat berharap para leader dapat merekrut tenaga-tenaga pemasar/agen dari luar industri asuransi agar profesi ini semakin berkembang," pungkas Togar.

MDRT Indonesia pada tahun ini kembali menyelenggarakan MDRT DAY INDONESIA 2023 secara offline dengan Tema "Ready For The New Era". MDRT Day Indonesia yang digelar setiap tahun itu bertujuan untuk terus mendorong profesionalisme agen asuransi melalui peningkatan kompetensi, yang tidak hanya berdampak pada produktivitas tetapi juga yang lebih mendasar adalah kapasitas agen asuransi sebagai penasihat keuangan yang handal di sektor asuransi dan dapat bersaing sebagai advisor di pasar keuangan global.

Sementara itu, Committee Chair of MDRT Day Indonesia 2023, Anwar Aonillah mengatakan tema "Ready For The New Era" adalah gambaran kesiapan agen asuransi jiwa menghadapi perubahan dan tantangan yang ada dalam era baru.

"Agen asuransi dituntut untuk siap beradaptasi dengan perubahan yang terjadi dalam industri dan masyarakat. Mereka harus memiliki sikap terbuka terhadap inovasi, mampu menghadapi tantangan baru, dan siap untuk memberikan pelayanan yang unggul kepada nasabah dalam era yang terus berkembang, tanpa mengabaikan perubaan aturan yang telah ditetapkan regulator," kata Anwar.

Dia mengatakan, pada seminar internasional MDRT itu akan menghadirkan pembicara ternama. Di main platform akan menghadirkan Presiden MDRT, Peggy Tsai, Sanjay Tolani dan Panos Leledakis yang dikenal ahli dalam memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan prospek dan closing.

Kriteria Baru

Pada kesempatan itu, Dedy juga menyampaikan tugas dan tantangan bersama komite MDRT Indonesia untuk terus mempromosikan manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dengan menjadi anggota MDRT. Bahwa nilai investasi 600 dollar AS itu sebanding dengan manfaat yang akan kita terima," katanya.

Seperti yang disampaikan AAJI bahwa jumlah agen asuransi di Indonesia saat ini sekitar 567 ribu agen, dan yang menjadi MDRT hanya 0,4 persen. Bahkan di dunia pun jumlah agen asuransi yang menjadi MDRT hanya sekitar 2 persen saja.

"Karena itulah menjadi anggota MDRT menjadi sangat istimewa. Dan ini tentu menjadi branding bagi para anggota MDRT dalam memperoleh nasabah," papar Dedy.

Dedy menambahkan bahwa Komite MDRT juga telah mengajukan kriteria baru kepada MDRT Global yakni terkait dengan premi pretention risk. "Diharapkan dalam 1-2 tahun ini sudah bisa diterapkan di beberapa wilayah termasuk Indonesia," pungkas Dedy.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Vitto Budi

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.