Peluang Melemah Terbuka
Senin, 12 Jun 2023, 09:28 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi melemah pada awal pekan ini. Pelaku pasar cenderung memilih untuk menunggu atau wait and see rapat dewan kebijakan The Fed dan rilis data inflasi Amerika Serikat (AS), sementara dari dalam negeri, dipengaruhi penurunan cadangan devisa negara.
Senior Economist KB Valbury Sekuritas Fikri C. Permana mengatakan pada akhir pekan lalu tekanan rupiah cukup kuat akibat penurunan cadangan devisa sebesar 3,9 juta dollar AS.
Sentimen tersebut diperkirakan masih mempengaruhi rupiah, hari ini (12/6). Di sisi lain, pasar menanti rilis inflasi AS yang akan menjadi pertimbangan The Fed melanjutkan normalisasi moneter.
Fikri memproyeksikan murs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Senin (12/6), bergerak di kisaran 14.820-15.720 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan melemah.
Sebelumnya, dalam penutupan perdagangan Jumat (9/6), rupiah menguat 0,37 persen atau 55 poin dari sehari sebelumnya menjadi 14.840 rupiah per dollar AS.
Analis ICDX Revandra Aritama menyatakan penguatan rupiah itu berada pada level baik dan kondisi ekonomi Amerika Serikat (AS) yang cukup tertekan.
"Inflasi relatif terjaga, pertumbuhan ekonomi juga dinilai sangat baik, cadangan devisa juga ada di level yang baik," ungkap Revandra di Jakarta.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Rupiah Dibayangi Gejolak MSCI - 19 Oktober 2026
-
Kemarau Ekstrem, Pemkot Jambi Distribusikan 1,9 Juta Liter Air Bersih untuk Warga
-
Timnas Indonesia Juara FIFA Asean Cup 2026, Tundukkan Thailand 4-2 Lewat Adu Penalti
-
Rupiah Tertekan Potensi Kenaikan Suku Bunga AS - 20 Oktober 2026
-
Rupiah Terancam Melemah - 06 Oktober 2026
-
Penghulu hingga Tokoh Agama Bisa Jadi Agen Perlinsos Bantu Warga Daftar Bansos
-
Pelemahan Nilai tukar rupiah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.