Waduh, BMKG Deteksi 25 Titik Panas di Kaltim
Senin, 05 Jun 2023, 00:17 WIBSamarinda - Waduh, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan dalam deteksinya menemukan 25 titik panas yang tersebar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), sehingga semua pihak diminta waspada agar jumlah titik panas tidak bertambah.
"Sebanyak 25 titik panas ini hasil pemantauan pada Minggu (4/6) mulai pukul 01.00 hingga 17.00 Wita," ujar Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan BMKG Balikpapan Diyan Novrida di Balikpapan, Minggu.
Titik panas merupakan indikator kebakaran hutan atau lahan yang terdeteksi dari suatu lokasi yang memiliki suhu relatif tinggi dibandingkan suhu disekitarnya.
Sebaran ke-25 titik panas ini sudah diinformasikan ke pihak terkait, termasuk ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat agar mendapat tindakan lebih lanjut.
Sehari sebelumnya, Sabtu (3/6) pihaknya juga mendeteksi 25 titik panas yang tersebar pada lima kabupaten/kota di Kaltim, namun titik panas tersebut sudah padam setelah dilakukan penanganan oleh pihak terkait.
Sedangkan 25 titik panas yang terpantau hari ini merupakan titik panas baru yang muncul di lokasi berbeda dengan titik koordinat yang berbeda pula dari hari sebelumnya.
Ke-25 titik panas tersebut tersebar di dua kabupaten, yakni di Kabupaten Kutai Timur terdapat 20 titik dan Kabupaten Kutai Kartanegara terdapat lima titik panas.
Rinciannya adalah 20 titik yang terpantau di Kutai Timur tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Sangatta Utara enam titik, Bengalon sembilan titik, Kaubun dua titik, Long Mesangat, Rantau Pulung, dan Kecamatan Telen masing-masing satu titik.
Di Kabupaten Kutai Kartanegara yang terdeteksi lima titik, tersebar pada empat Kecamatan, yakni Kecamatan Anggana dua titik, Loa Kulu, Loa Janan, dan Kecamatan Samboja masing-masing ada satu titik.
Diyan mengatakan, saat ini Kaltim belum musim kemarau, tapi sedang mendekati Kemarau, namun di sejumlah kawasan memiliki potensi tidak terjadi hujan dalam beberapa hari berturut-turut, sehingga hal ini membuat banyak benda kering dan mudah terbakar.
"Untuk itu saya mengajak masyarakat tidak melakukan pembakaran saat mengelola lahan, tidak membakar sampah sembarangan, dan terus memantau informasi dari BMKG," kata Diyan.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Masalah Pupuk Bersubsidi, Menko Pangan Jamin Tetap Aman untuk Petani
-
Arab Saudi Kembali Genjot Ekspor Minyak Global ke Level Tertinggi
-
Satpol PP Bawa Pemuda Minta Uang Bermodus Habis Bensin ke Panti Sosial
-
Gelar Ojol Pelopor 2026, Dishub DKI Bekali Ratusan Driver Aturan Lalu Lintas
-
Kemenkes Kirim Logistik Kesehatan Respons Kebakaran TPA Jatiwaringin
-
Bertabur Bintang, Pernikahan Taylor Swift-Travis Kelce Dihadiri Aktor Hugh Grant hingga Model Gigi Hadid
-
Ratusan Siswa Ikuti Puncak Hari Anak Nasional Bertema Wujudkan Impian, Lestarikan Indonesia
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.