Ukraina Tolak Usulan Perdamaian Indonesia

Minggu, 04 Jun 2023, 15:57 WIB

JAKARTA - Ukraina telah menolak proposal Indonesia untuk penyelesaian damai dengan Moskow, dengan alasan bahwa rencana Jakarta hanya akan melayani kepentingan Rusia.

Dikutip dari RT, penasihat utama Presiden Vladimir Zelensky, Mikhail Podoliak menulis di Twitter pada Sabtu (3/6) bahwa peta jalan itu "terus terang terlihat seperti kembaran dari proposal Rusia … tentang penyerahan (Ukraina)."

Ket. Foto: Penasihat Presiden Ukraina Mikhail Podoliak berbicara saat wawancara dengan The Associated Press di Kiev, Ukraina, Rabu, 28 September 2022. — Sumber: AP/Nicolae Dumitrache

Polodiak menegaskan kembali posisi Kiev bahwa "satu-satunya proposal yang realistis" adalah Rusia "menarik diri dari wilayah kedaulatan Ukraina".

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Ukraina Oleg Nikolenko juga bersikeras Rusia harus menyerahkan wilayahnya yang baru digabungkan, yang menurut Kiev diduduki secara ilegal. "Tidak ada skenario alternatif," katanya dalam sebuah unggahan di Facebook.

"Gencatan senjata tanpa penarikan pasukan Rusia dari Ukraina akan memungkinkan Rusia mendapatkan waktu, berkumpul kembali, membentengi wilayah pendudukan, dan mengumpulkan kekuatan untuk gelombang agresi baru," tulis Nikolenko.

Berbicara di forum keamanan Dialog Shangri-La di Singapura pada Sabtu (3/6), Menteri Pertahanan Indonesia Prabowo Subianto menyarankan agar pasukan Rusia dan Ukraina mundur 15 km (hampir 10 mil) dari posisi mereka saat ini, menciptakan zona demiliterisasi yang akan dipantau oleh penjaga perdamaian PBB.Dia juga mengusulkan mengadakan referendum yang disponsori PBB untuk menentukanwilayah yang "disengketakan" di masa depan.

Moskow sejauh ini belum mengomentari proposal tersebut.Pejabat Rusia menekankan di masa lalu bahwa, untuk mencapai perdamaian abadi, Ukraina harus membatalkan tawarannya untuk bergabung dengan NATO demi netralitas dan mengakui akuisisi teritorial Rusia baru-baru ini.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan kepada wartawan pada Jumat (2/6) bahwa "tidak ada dasar" untuk negosiasi yang berarti saat ini karena Kiev dan Barat "tidak memiliki kemauan politik untuk mempertimbangkan tujuan dan kepentingan negara kita."

Awal tahun ini, Tiongkok mempresentasikan peta jalan perdamaian antara Rusia dan Ukraina versinya sendiri, yang juga segera ditolak Kiev.

Pejabat Barat berpendapat bahwa Ukraina harus bernegosiasi dengan Rusia dengan caranya sendiri.Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan pada Jumat bahwa gencatan senjata yang dengan cara apa pun akan menguntungkan Moskow, tidak akan menghasilkan "perdamaian yang adil dan abadi".

RT mengatakan, Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk (DPR dan LPR), serta dua bekas wilayah Ukraina lainnya, Kherson dan Zaporozhye, menjadi bagian dari Rusia setelah mengadakan referendum tentang masalah tersebut pada September 2022. Krimea melakukan hal yang sama pada 2014, tidak lama setelah itu kudeta yang didukung Barat di Kiev.

Rusia meluncurkan operasi militernya di Ukraina pada Februari 2022, dengan alasan perlunya melindungi rakyat Donbass dan kegagalan Kiev mengimplementasikan perjanjian damai Minsk 2014-2015.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Lili Lestari

Berita Terbaru

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.