Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

16,42 Persen Kontribusi NTB Terhadap Produksi Udang Vaname Nasional

📅 Minggu, 04 Jun 2023, 21:45 WIB | Oleh:
16,42 Persen Kontribusi NTB Terhadap Produksi Udang Vaname Nasional Doc: ANTARA/HO-KKP
Ket. Ilustrasi - Udang.

MATARAM - Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nusa Tenggara Barat Muslim menyebutkan NTB memberikan kontribusi sebesar 16,42 persen dari produksi udang vaname nasional sebanyak 1,09 juta ton pada 2022.

"Produksi udang vaname NTB pada 2022 mencapai 180,5 ribu ton dan itu memberikan kontribusi sebesar 16,42 persen terhadap produksi nasional," kata Muslim, di Mataram, Minggu.

Ia mengatakan peningkatan produksi udang vaname dalam beberapa tahun terakhir menjadikan NTB masuk dalam tiga besar provinsi sebagai produsen, setelah Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Muslim menyebutkan produksi udang vaname di NTB, pada 2020 mencapai 158.461,67 ton. Angka tersebut meningkat menjadi 177.427,16 ton pada 2021, dan bertambah lagi menjadi 180.592,91 ton pada 2022.

"Target kami produksi udang vaname meningkat tahun ini, mencapai 182.398,84 ton. Jadi estimasi produksi udang bertambah sebanyak 69.334 ton per tahun," ujarnya.

Untuk meningkatkan produksi, kata dia, berbagai rencana aksi kegiatan pengembangan budi daya udang vaname sudah disiapkan, di antaranya pengembangan kawasan budi daya, pengembangan dan penyediaan benih unggul.

Selain itu, pengembangan produksi budi daya udang, dan pemeriksaan kesehatan udang dan lingkungan budi daya.

Muslim menyebutkan lokus kegiatan pengembangan budi daya udang vaname, yakni Kabupaten Sumbawa seluas 300 hektare yang tersebar di Kecamatan Plampang, dan Maronge. Selain itu, di Kabupaten Bima seluas 100 hektare yang tersebar di Kecamatan Woha, dan Langgudu.

"Jadi lahan eksisting tambak udang saat ini seluas 5.466,31 hektare. Target penambahan luas lahan pengembangan budi daya seluas 400 hektare," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.