Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Saham-saham di Wall Street Menguat

📅 Sabtu, 03 Jun 2023, 06:34 WIB | Oleh: Tim Penulis
Saham-saham di Wall Street Menguat Doc: ANTARA/REUTERS/Brendan McDermid
Ket. Ilustrasi - Reaksi pialang di lantai Bursa Saham New York, Amerika Serikat.

New York - Mantap, saham-saham di Wall Street membukukan keuntungan yang bagus pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena investor menyambut pengesahan RUU plafon utang oleh Kongres AS dan rilis laporan pekerjaan yang menggembirakan.

Indeks Dow Jones Industrial Average melonjak 701,19 poin atau 2,12 persen, menjadi menetap di 33.762,76 poin. Indeks S&P 500 bertambah 61,35 poin atau 1,45 persen, menjadi berakhir di 4.282,37 poin. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 139,78 poin atau 1,07 persen. menjadi ditutup pada 13.240,77 poin.

Semua dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor material, industri dan energi memimpin kenaikan masing-masing 3,37 persen, 2,96 persen dan 2,96 persen. Sedangkan sektor jasa komunikasi mencatatkan pertumbuhan terkecil sebesar 0,1 persen.

Senat AS mengesahkan undang-undang luas Kamis (1/6/2023) malam yang menangguhkan plafon utang hingga 1 Januari 2025 sambil memberlakukan pengekangan pada pengeluaran federal, mengakhiri drama yang mempertaruhkan gagal bayar AS yang belum pernah terjadi sebelumnya dan krisis keuangan. Langkah itu sekarang diserahkan ke meja Presiden AS Joe Biden untuk ditandatangani.

Biden dapat menandatangani RUU penangguhan plafon utang paling cepat pada Sabtu waktu setempat, Sekretaris Pers Gedung Putih Karine Jean-Pierre mengatakan kepada wartawan pada Jumat (2/6/2023), dengan Departemen Keuangan mengisyaratkan ada cukup waktu untuk menghindari kehabisan uang tunai.

Pemerintah federal AS tidak akan kehabisan uang tunai dan dapat membayar tagihannya pada Senin (5/6/2023). Sekarang setelah drama plafon utang berakhir, fokus beralih kembali ke seberapa tangguh ekonomi dan akankah proses disinflasi berlanjut, kata Craig Erlam, analis pasar senior di OANDA, pemasok layanan perdagangan daring multi-aset.

Saham AS naik pada Jumat (2/6/2023) karena pasar menyambut laporan pekerjaan yang kuat, yang membuat beberapa investor percaya resesi mungkin lebih jauh dari yang diperkirakan sebelumnya. Sementara itu, tingkat pengangguran yang lebih tinggi dari yang diperkirakan memberi investor harapan bahwa Federal Reserve dapat menghentikan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan ini.

Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Jumat (2/6/2023) bahwa ekonomi AS menambahkan 339.000 pekerjaan pada Mei, lebih baik dari ekspektasi pasar 190.000 dan tingkat revisi naik April sebesar 294.000.

Tingkat pengangguran AS naik menjadi 3,7 persen pada Mei, meningkat dari 3,4 persen pada April. Sementara itu, pendapatan per jam rata-rata naik 0,3 persen pada Mei. Dalam basis tahunan, indikator inflasi utama tumbuh 4,3 persen, menurut Departemen Tenaga Kerja.

Banyak investor sekarang mengantisipasi Federal Reserve mungkin menghentikan kenaikan suku bunga bulan ini, meskipun kenaikan pekerjaan lebih kuat dari perkiraan pada Mei, karena laporan pasar tenaga kerja juga menunjukkan bahwa tingkat pengangguran naik menjadi 3,7 persen dan pertumbuhan pendapatan per jam sesuai dengan konsensus. perkiraan, kata Brian Vendig, presiden di MJP Wealth Advisors, dalam sebuah wawancara dengan MarketWatch.

Federal Reserve harus terbuka untuk menaikkan suku bunga setengah poin persentase pada Juli jika memilih untuk menunda pengetatan kredit bulan ini, kata mantan Menteri Keuangan AS Lawrence Summers, dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg.

"Kami kembali berada dalam situasi di mana risiko ekonomi yang terlalu panas merupakan risiko utama yang perlu diperhatikan oleh Fed," kata Summers.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

KPK Berharap Nusron Wahid Kooperatif

30 menit yang lalu | Ones

Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

38 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.