Pelemahan Rupiah terhadap Dollar AS Masih Terbuka
Jumat, 02 Jun 2023, 09:53 WIBJAKARTA - Pengamat Pasar Uang Ariston Tjendra menyatakan potensi pelemahan rupiah terhadap dollar AS masih terbuka dengan berbaliknya ekspektasi pasar mengenai kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.
"Dengan rentetan data ekonomi AS yang terus membaik belakangan ini, ekspektasi pasar bahwa Bank Sentral AS akan kembali menaikkan suku bunga acuannya meningkat. Ekonomi yang membaik bisa memicu inflasi lebih tinggi," ucapnya di Jakarta, Rabu (31/5).
Data survei CME FedWatch Tool mencatat 61,9 persen berekspektasi The Fed akan menaikkan suku bunga acuan 25 bps pada rapat di bulan Juni 2023 versus 38,1 persen yang berekspektasi tidak ada perubahan. Padahal, seminggu sebelumnya yang berekspektasi tetap memiliki presentasi lebih tinggi dibandingkan yang mengharapkan naik.
"Tingkat keyakinan konsumen ini bisa mengindikasikan bahwa konsumen AS tidak menahan diri melakukan pembelian dan ini bisa memicu kenaikan inflasi lagi," ungkap Ariston.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Alur Sungai 3.335 Meter Dikeruk! Ini Upaya PU Cegah Gagal Panen di Bengawan Jero
-
Bacitra Tak Lagi Gratis? Balikpapan Siapkan Rp17 Miliar untuk Kelola Sendiri
-
Penonton Persib Dilarang ke Stadion Utama GBK, Kiper Muda Maung Bandung Siap Diturunkan
-
Dibayangi Tekanan Global - 10 September 2026
-
Glenn Victor Bagikan 3 Cara Manfaatkan ChatGPT agar Rutinitas Olahraga Lebih Konsisten
-
Basarnas Mengoptimalkan Semua Kekuatan dalam Pencarian Jurnalis Hilang di Krakatau
-
ShopeeVIP+ Resmi Diluncurkan, Sekali Langganan Dapat Akses Netflix dan Gratis Ongkir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.