Pengobatan Tertarget Hindari Kerusakan Sel Sehat
Rabu, 31 Mei 2023, 06:24 WIBDunia kedokteran kini mengalami revolusi dalam bidang sains dan teknologi. Inovasi dalam perawatan penyakit baru, teknik diagnostik inovatif, dan peningkatan alat dan mesin, membuat dokter terbantu dalam menyelamatkan hidup pasien dengan lebih mudah dan lebih efektif.
Cabang baru yang menjanjikan adalah robotika medis. Bidang ini menggunakan robot kecil untuk masuk ke dalam pasien dan melakukan semua jenis terapi. Beberapa robot mungkin akan segera berjalan di dalam tubuh pasien untuk bermacam tindakan.
Robot kecil ukuran mikro juga dapat digunakan untuk pengobatan. University of Colorado Boulder misalnya tengah mengembangkan robot mikro yang untuk mengirimkan obat untuk penyakit interstitial cystitis atau penyakit kandung kemih yang menyakitkan yang menyerang jutaan orang Amerika.
Selain itu robot mikro untuk medis ini memungkinkan dokter membawa obat ke area tertentu atau sel yang sulit dijangkau pada tubuh pasien yang membutuhkannya untuk pengobatan penyakit kanker. Dengan obat yang dikirim langsung ke target, obat menjadi lebih efektif, mengurangi dampak negatif pada sel sehat yang tidak terkena penyakit.
Selain itu robot kecil bisa mengantarkan obat dengan aman tanpa menggunakan jarum suntik yang titik terjadinya tumor. Seperti nanofish, robot ini bergerak seperti ikan. Menggunakan medan magnet, dokter dapat memandu nanofish menuju sel tertentu, memberikan obat atau memindahkan sel individu di sepanjang jalan.
Diagnosa Penyakit
Robot kecil berguna dalam mendiagnosis penyakit. Tujuan pertama penggunaan robot oleh dokter adalah mengetahui penyakit apa yang diderita pasiennya. Robot juga akan melibatkan riwayat pasien di masa lalu. Dengan data-data yang diperoleh membuat robot terlatih.
"Robot kecil seukuran lalat bisa masuk langsung melalui sayatan kulit dan akan membawa alat diagnostik dan sensor yang bisa mendeteksi tanda-tanda penyakit," tulis laman Futurism.
Robot "lamprey" yang bergerak seperti belut dengan ukuran satu sentimeter juga suatu hari akan merayapi luka kecil dan dengan sensor yang dibuat dari sel mamalia. Mereka kemudian memasukkan data ke unit pemrosesan atau profesional medis untuk dianalisis.
Robot kecil juga digunakan untuk operasi pasien. Teknologi tersebut sedang dikembangkan untuk menyerang bakteri pembawa penyakit dan menghilangkan kotoran yang menyumbat pembuluh darah, yang menjadi salah satu penyebab terjadinya penyakit. hay/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Wow, BYD dan Denza Catatkan Penjualan 3.400 Unit hanya dalam Dua Bulan Pertama di 2025
-
Tinjau Terminal BBM Plumpang, Badan Perlindungan Konsumen Nasional Pastikan Cek Kualitas Dilaksanakan Berlapis
-
Gubernur NTB Hubungi Dubes RI untuk Pastikan Warganya Aman di Timur Tengah
-
Lestari Moerdijat Dorong Aksi Nyata untuk Atasi Krisis Pembelajaran dan Jawab Tantangan Pendidikan di 2026
-
Tingkat Polusi Udara di Laos Memprihatinkan
-
ROSA (Robot Sampah): Solusi Inovatif Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan
-
Jasamarga Pantau Terus Jalan Berlubang di Tol Jakarta–Cikampek
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.