Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Cek Kesehatan Hewan Kurban, DPKP DIY Libatkan 200 Mahasiswa UGM

📅 Selasa, 30 Mei 2023, 15:14 WIB | Oleh:
Cek Kesehatan Hewan Kurban, DPKP DIY Libatkan 200 Mahasiswa UGM Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Dokter kesehatan hewan tengah mengecek sapi untuk hewan kurban di Bantul, DIY.

YOGYAKARTA - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Daerah Istimewa Yogyakarta bakal melibatkan 200 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengecek kesehatan daging hewan kurban pada saat Hari Raya Idul Adha 1444 Hijriah.

"Nanti akan ada 200 mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) UGM. Mereka dipilih yang sudah memenuhi syarat mengetahui penyakit hewan. Bukan mahasiswa baru," kata Kepala Bidang Peternakan DPKP DIY Erna Rusmiyati di Yogyakarta, Selasa.

Menurut Erna, meski dipilih yang telah memenuhi syarat untuk memastikan kesehatan, ratusan mahasiswa terpilih bakal mendapat pembekalan dari DPKP DIY pada Juni 2023.

Setelah mendapatkan pembekalan, lanjut dia, para mahasiswa akan bertugas memastikan daging hewan kurban aman, sehat, utuh, dan higienis (ASUH) serta layak dikonsumsi sebelum dibagikan ke masyarakat.

Sebanyak 200 mahasiswa UGM, menurut Erna, akan didukung tim dari Dinas Peternakan di kabupaten/kota yang akan membantu melakukan pengecekan kesehatan hewan kurban.

"Mereka akan mengecek sebelum dan sesudah penyembelihan," kata dia.

Erna mengatakan saat ini ada dua penyakit hewan kurban yang perlu diwaspadai yakni penyakit mulut dan kuku (PMK) serta wabah baru, yakni penyakit kulit atau virus Lumpy Skin Desease (LSD) yang menyerang sapi dan kerbau.

"PMK masih ada, cuma sudah ada yang kemarin sembuh tapi belum dilaporkan. Sudah ada vaksinasi sehingga diharapkan sudah kebal," ujar dia.

Sementara itu untuk penanganan sapi yang terjangkit LSD, menurut dia, DIY telah mendapat sebanyak 8.000 vaksin dan telah didistribusikan ke tiap kabupaten. "Yang paling banyak mendapat vaksin LSD di Kabupaten Sleman karena di sana banyak sapi perah," ujar dia.

Selain menerjunkan tim kesehatan hewan, ia meminta para peternak sapi atau domba untuk menjaga kebersihan kandang agar tidak mudah datang bakteri maupun virus yang bisa menyerang hewan kurban.

Masyarakat, lanjut Erna, juga diimbau cermat dalam memilih hewan kurban baik sapi maupun domba dengan memastikab tidak cacat fisik serta sehat.

"Yang jelas tidak cacat, kemudian hidung, mulut, dan mata bersih tidak ada cairan, dan kuku tidak luka. Selain itu, dipastikan tidak ada benjolan yang mengindikasikan LSD," kata dia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.