Wapres Argentina Sebut IMF Hambat Pertumbuhan Negara

Sabtu, 27 Mei 2023, 01:01 WIB

BUENOS AIRES - Wakil Presiden (Wapres) Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner, mengecam Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), pada Kamis (25/5), dengan mengatakan program yang disepakati dengan pemberi pinjaman multinasional itu menahan perekonomian negaranya.

Pada acara memperingati Hari Revolusi, di Plaza de Mayo yang bersejarah di Buenos Aires, Fernandez de Kirchner mengatakan bahwa utang tersebut tidak mungkin untuk dilunasi.

Ket. Foto: CRISTINA FERNANDEZ DE KIRCHNER Wapres Argentina - Jika kita tidak mengesampingkan program ini ... untuk mengembangkan rencana pertumbuhan dan industrialisasi kita sendiri, itu tidak mungkin untuk dibayar — Sumber: ISTIMEWA

Seperti dikutip dari Antara, koalisi pemerintah yang berkuasa sedang berusaha untuk menopang dukungan dari IMF dan uang muka menjelang pemilu Oktober.

"Jika kita tidak mengesampingkan program ini ... untuk mengembangkan rencana pertumbuhan dan industrialisasi kita sendiri, itu tidak mungkin untuk dibayar," kata Wapres Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner, yang berdiri di samping Menteri Ekonomi Sergio Massa, yang berusaha mempertahankan program 44 miliar dollar AS berjalan sesuai rencana.

Dia mengatakan kesepakatan awal bersifat "politis" dan bahwa program IMF tidak mengizinkan negara untuk mendistribusikan kekayaan.

"Orang mati tidak membayar utangnya," kata Kirchner, mengutip mendiang suaminya dan mantan Presiden Nestor Kirchner, kepada ribuan orang yang berkumpul meski hujan deras.

Sebabkan Kemiskinan

Nestor Kirchner telah mengucapkan kalimat itu saat menjadi Presiden pada tahun 2005 ketika dia mengumumkan bahwa Argentina akan melunasi utangnya sebesar 9,8 miliar dollar AS kepada IMF sebelum akhir tahun dan menghindari gagal bayar penuh. Seperti istrinya, dia berulang kali menyalahkan IMF karena menyebabkan kemiskinan dan "kemelaratan".

Produsen biji-bijian Amerika Selatan itu memiliki sejarah panjang dengan IMF. Negara itu menyetujui program 57 miliar dollar AS dengan badan yang berbasis di Washington itu pada 2018 di bawah mantan pemimpin konservatif, Mauricio Macri, untuk mencegah krisis ekonomi. Program itu gagal dan diganti tahun lalu dengan kesepakatan untuk membiayai kembali utang luar biasa sebesar 44 miliar dollar AS.

Fernandez de Kirchner (70 tahun), seorang veteran di sayap kiri Partai Peronis yang berkuasa yang menjabat dua periode sebagai Presiden antara 2007 dan 2015, menyebut kesepakatan awal itu "memalukan" dan "penipuan" minggu lalu.

Pidatonya disampaikan saat Sergio Massa dan timnya sedang bernegosiasi dengan IMF untuk memajukan pencairan pinjaman yang disepakati pada 2022. Kekeringan bersejarah telah memukul ekspor biji-bijian, sumber utama dollar Argentina, memaksa kedua belah pihak melakukan pembicaraan untuk berpotensi mengubah kesepakatan.

Pemerintah menginginkan pembayaran yang lebih cepat dan target ekonomi yang lebih mudah ketika pihaknya bekerja untuk membangun kembali cadangan yang diperlukan guna menutupi biaya perdagangan dan pembayaran utang di masa depan.

Massa dijadwalkan melakukan perjalanan ke Tiongkok pada 29 Mei untuk memperluas jalur pertukaran mata uang Argentina dengan Beijing.

Koalisi yang berkuasa menghadapi perjuangan berat melawan oposisi konservatif dalam pemilihan 22 Oktober, karena ketidakpuasan pemilih terhadap inflasi yang melonjak, upah yang stagnan, dan kekacauan ekonomi selama bertahun-tahun merusak dukungan publik.

Kirchner bersikeras dia tidak akan mencalonkan diri lagi, seperti yang dilakukan Presiden saat ini, Alberto Fernandez.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.