Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Berita Gembira, Menlu Retno Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Bagi Mochtar Kusumaatmadja

📅 Kamis, 25 Mei 2023, 03:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Berita Gembira, Menlu Retno Dukung Pemberian Gelar Pahlawan Bagi Mochtar Kusumaatmadja Doc: ANTARA/Yashinta Difa
Ket. Menlu RI Retno Marsudi menyampaikan sambutan dalam Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Prof. Mochtar Kusumaatmadja di Jakarta, Rabu (24/5/2023).

Jakarta - Berita gembira. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mendukung pemberian gelar pahlawan nasional bagi almarhum Profesor Mochtar Kusumaatmadja.

Mochtar Kusumaatmadja diketahui pernah menjabat sebagai menteri kehakiman (1974-1978), menlu (1978-1988), guru besar Universitas Padjajaran, serta merupakan orang Indonesia pertama yang menjadi anggota Komisi Hukum Internasional yang dibentuk Perserikatan Bangsa-Bangsa.

"Beliau adalah seorang diplomat ulung yang berhasil menorehkan beberapa jejak yang tidak akan terhapus dalam sejarah diplomasi Indonesia," kata Retno ketika membuka Seminar Nasional Pengusulan Gelar Pahlawan Nasional Prof. Mochtar Kusumaatmadja di Jakarta, Rabu.

Dalam sambutannya, Menlu Retno memaparkan tiga kiprah utama Mochtar Kusumaatmadja dalam dunia diplomasi, khususnya dalam memajukan hukum internasional,soft power diplomacy(diplomasi kekuatan lunak), serta mediasi.

Pertama, pria yang lahir di Batavia, Hindia Belanda, pada 17 Februari 1929 itu dikenal atas peran pentingnya memperjuangkan pengakuan internasional terhadap Indonesia sebagai negara kepulauan.

Capaian tersebut dianggap luar biasa karena merupakan perjuangan diplomasi Indonesia selama 25 tahun yang melahirkan Deklarasi Juanda, dan kemudian menjadi hukum internasional yang diakui dalam Konvensi Hukum Laut (UNCLOS) 1982.

"Indonesia berhasil memperoleh wilayah perairannya tanpa mengangkat senjata. Perairan pedalaman kita tidak lagi terpecah wilayahnya tetapi menjadi lebih utuh sebagai Negara Kesatuan Republik Indonesia… dan UNCLOS 1982 ini akan terus digunakan Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya, termasuk di Laut China Selatan," kata Retno, mengenang perjuangan Mochtar.

Kedua, Mochtar adalah tokoh yang mengedepankansoft power diplomacydengan mempromosikan budaya Indonesia di kancah internasional.

Upaya yang ia lakukan, antara lain, mendirikan restoran Nusantara Indonesia di New York, Amerika Serikat, pada 1986, membentukNusantara Chamber Orchestrapada 1988, dan mengusung pameran kebudayaan Indonesia di AS pada 1990-1991.

"Semua ini dilakukan demi membangun citra positif Indonesia di mata dunia, sekaligus memperkuat jembatan kebudayaan antara Indonesia dengan negara lain," kata Retno.

Di dalam negeri, Prof. Mochtar juga mendirikan Museum Konferensi Asia-Afrika yang merupakan pengingat tonggak kepemimpinan Indonesia yang menginspirasi kemerdekaan banyak bangsa di dunia pada masa itu.

"Jadi pemanfaatansoft powerdalam diplomasi merupakan sebuah terobosan pada masanya," tutur Retno.

Ketiga, Mochtar dihormati atas inisiatifnya dalam memediasi konflik antara Vietnam dan Kamboja.

Menurut Retno, upaya diplomasi Mochtar membuka jalan bagi rangkaian proses perdamaian dengan menghasilkanHo Chi Minh City Understandingyang kemudian menjadi landasan pelaksanaanJakarta Informal Meetings, hingga berujung padaParis Peace Agreementyang sampai saat ini masih terus diingat setidaknya oleh Kamboja dan Vietnam.

"Sebagai menlu, beliau paham betul pentingnya stabilitas dan keamanan di kawasan dan ekspektasi dunia terhadap kepemimpinan Indonesia di dalam menyelesaikan berbagai konflik," ujar Retno.

Dengan berbagai kiprah tersebut, Mochtar memastikan bahwa Indonesia bisa tetap berdiri tegak dalam memperjuangkan kepentingan nasional sekaligus terus berupaya berkontribusi dalam menciptakan perdamaian dunia.

"Bagi saya, Prof. Mochtar sudah merupakan seorang pahlawan. Karena itu, pemberian gelar pahlawan nasional bagi beliau sangatlah pantas sebagai penghormatan terhadap kontribusi beliau bagi Indonesia dan dunia, sekaligus memastikan beliau terus menjadi inspirasi bagi generasi muda bangsa Indonesia, khususnya bagi para diplomat Indonesia," tutur Retno.

Proses pemberian gelar pahlawan nasional untuk Prof. Mochtar Kusumaatmadja telah diusulkan oleh Pemerintah Provinsi Bandung sejak 2022.

Upaya meyakinkan pemerintah pusat terus dilakukan, salah satunya menamai Jalan Layang Nasional Pasupati di Kota Bandung menjadi Jalan Mochtar Kusumaatmadja.

Pemprov Jawa Barat juga mendukungcivitas academicaUNPAD Bandung sebagai inisiator mengusung penggagas wawasan nusantara sebagai pahlawan nasional.

Mochtar Kusumaatmadja wafat pada 6 Juni 2021 dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.