Pedagang Hewan Gunakan 'Barcode'

Rabu, 24 Mei 2023, 04:00 WIB

DEPOK - Menjelang Idul Adha mulai marak perdagangan hewan. Untuk mengetahui kesehatan dan riwayat hewan kurban, para pedagang menggunakan barcode, sehingga konsumen merasa nyaman. "Sapi dari Bali memiliki barcode. Ini bisa diketahui sudah divaksin atau belum. Satu sapi Bali menggunakan satu surat," kata pedagang sapi, Hendra Shogir, di Depok, Selasa (23/5).

Menurut dia, sapi Bali bagus untuk hewan kurban karena data kesehatannya lengkap karena satu sapi satu surat yang sudah terdata dalam barcode. "Sekarang ada barcodenya. Ke luar dari pulau wajib divaksin. Ada barcode menandakan vaksin 1 dan 2. Surat-suratnya tercantum dalam barcode. Dengan begitu bisa diketahui asal dan usia sapi. Sapi yang datang dari luar pulau wajib divaksin," jelasnya.

Ket. Foto: Pedagang sapi kurban Hendra Shogir — Sumber: ANTARA/Feru Lantara

Hendra mengatakan sebagai pedagang hewan kurban terus mengantisipasi dan mencegah dari penyakit. Dia terus meningkatkan pengawasan agar terhindar dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta penyakit lumpy skin disease (LSD) atau penyakit kulit berbenjol.

"Kami menjual hewan mengedepankan kesehatan karena dagingnya dikonsumsi orang banyak," katanya. Hendra bersama asosiasi peternak sapi membeli vaksin dari Australia untuk pencegahan LSD secara mandiri.

Vaksin ini untuk kekebalan tubuh. Beli secara mandiri dan bareng, tidak dibiayai pemerintah. Sapi Bali sudah melalui proses karantina dan divaksin. Hendra melanjutkan, sapi yang terkena penyakit LSD dagingnya tidak bisa dikonsumsi karena mengandung racun. Ini berdasarkan hasil penelitian asosiasi peternak sapi.

"Virus sifatnya menular, tapi tidak masif seperti PMK. Penyakit PMK tidak menimbulkan masalah ekonomi yang besar karena dagingnya masih bisa dikonsumsi. Tapi kalau sapi terkena penyakit LSD, dagingnya jangan dikonsumsi karena banyak racun," tuturnya. Penyakit LSD sudah ditemukan di beberapa daerah. Bahkan di telah menemukan sapi terkena penyakit LSD di Kota Depok.

Menurut Hendra, ciri-ciri sapi terjangkit LSD: tubuh berbenjol seperti lato-lato dan nafsu makan berkurang atau tidak mau makan dan mengalami demam. "LSD ini bukan kejadian luar biasa. Tapi kami sebagai penjual hewan kurban mengantisipasi dan mencegah penyakit LSD dan PMK," ujarnya.

"Syukurlah belum lama ini petugas Kementan datang ke kandang. Hasilnya, hewan kurban saya bagus. Semua negatif penyakit LSD dan PMK," ungkap Hendra. Selain pemberian vaksin, Hendra Shogir menambahkan, pencegahan dan mengantisipasi penyakit PMK-LSD dengan menjaga kebersihan kandang.

"Pemberian vitamin dan obat-obatan juga perlu, terutama vaksin untuk pencegahan penyakit," ungkapnya. Hendra menyarankan, masyarakat yang ingin membeli sapi kurban saat Idul Adha 1444 H harus memastikan kesehatannya "Pastikan kondisi sapi sehat dan sudah dapat rekomendasi dari dinas setempat," tandasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.