Kamera Vlog Full Frame Terbaru dari Sony, Membuat Konten Berkualitas Jadi Lebih Mudah
Selasa, 16 Mei 2023, 20:43 WIBJAKARTA- Sony memperkenalkan Sony ZV-E1 terbaru, kamera vlog dengan lensa yang dapat ditukar dengan sensor gambar full-frame 35 mm. Dengan kinerja yang tinggi untuk produk ini menawarkan pengalaman pembuatan konten berkualitas.
Diposisikan di atas pada jajaran kamera Vlog Sony, Sony ZV-E1 ini menawarkan E-mount Sony, teknologi canggih, gambar sinematik dengan performa gradasi yang kaya, noise rendah, dan sensitivitas tinggi. Bodinya yang diklaim paling ringkas dan ringan menawarkan mobilitas yang luar biasa.
"Pengoperasian yang disempurnakan memberikan kebebasan berkreasi dan keserbagunaan maksimum bagi para vlogger dan kreator konten kelas atas. Pengguna juga dapat mengambil gambar tanpa khawatir dalam kondisi apa pun, baik saat bepergian di luar ruangan atau di dalam ruangan, serta membagikan hasilnya dengan mudah di platform apa pun," kata President Director PT Sony Indonesia Koji Sekiguchi, melalui siaran pers Selasa (16/5).
Sekiguchi mengungkapkan, Sony ZV-E1 didesain untuk memberikan pengalaman pembuatan konten terbaik . Para kreator bisa menghasilkan konten terbaik berkat teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang dimiliki.
Sony ZV-E1 adalah kamera vlog khusus yang dilengkapi dengan sensor CMOS Exmor R back-illuminated full-frame 35mm dengan sekitar 12,1 megapiksel efektif yang menghasilkan sensitivitas tinggi, noise rendah dan bokeh yang indah.
Dengan daya pemrosesan hingga 8 kali lebih besar dibandingkan tipe sebelumnya, mesin pemrosesan gambar BIONZ XR secara nyata meningkatkan performa sensitivitas tinggi, rendering gradasi, reproduksi warna, performa noise rendah, dan masih banyak lagi. Volume data tinggi yang dihasilkan oleh sensor gambar dapat diproses dalam waktu nyata, bahkan ketika pengambilan gambar 4K (QFHD: 3840 x 2160) pada 120 p.
Prosesor BIONZ XR juga berkontribusi secara signifikan pada peningkatan kecepatan dan presisi AF. Dengan demikian video 4K (QFHD) berkualitas tinggi dapat direkam dengan pembacaan full-frame pada 10-bit 4:2:2 tanpa memerlukan 40 pixel binning. Hal ini membuat keuntungan ekspresif dari format full-frame tersedia untuk perekaman video sekaligus menghasilkan rekaman 4K resolusi tinggi tanpa moiré atau jaggies.
Pengguna dapat merekam 4K 60p dan dapat meningkatkannya hingga 4K 120p melalui Creators' Cloud dan akan mendapatkan gambar slow motion 5x (maks.) yang sangat mulus. Jika memutar ulang video secara langsung dalam slow atau quick motion dengan mode S&Q saat menggunakan format XAVC S-I pada 60p, kecepatan bit maksimum 600 Mbps (4:2:2 10-bit, H.264, All-I)menghasilkan kualitas gambar yang luar biasa.
"Ketika ditingkatkan dan menggunakan format XAVC S, slow motion hingga 10x dengan resolusi Full HD dapat digunakan pada 240 fps yang memberi perspektif baru pada olahraga dinamis dan jenis aksi lainnya," terang Sekiguchi.
Garis lintang 15+ stop memungkinkan untuk menangkap gambar yang terlihat natural dalam berbagai macam situasi pencahayaan tanpa kehilangan detail sorotan atau bayangan. Rentang ISO standar meluas dari 80 hingga 102400 untuk foto dan film. Rentang yang diperluas untuk foto adalah 40 hingga 409600, dan rentang yang diperluas untuk film adalah 80 hingga 409600.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Polres Serang Siap Panen Raya Jagung di Lahan 10 Hektare
-
Wajib Naik Angkutan Umum Setiap Rabu, ASN DKI Harus Setor Foto Selfie
-
Kepala OIKN Berharap Kecipratan Dana dari Danantara
-
RUU BUMN Akan Diparipurnakan pada Selasa Besok
-
Gunakan Bus dan Kereta Api, 1.886 Warga Ikut Program Mudik Gratis Lampung 2026
-
Sony Naikkan Harga Playstation 5 Sebesar 11% di Eropa
-
Menguak Kamera Fujifilm X-E5 dan Lensa Fujinon XF23mmF2.8 R WR
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.