Konten Kurikulum untuk Kreativitas Peserta Didik

Senin, 15 Mei 2023, 01:01 WIB

PURWAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda, mengatakan Kurikulum Merdeka yang memangkas konten sebanyak 30-40 persen kurikulum sebelumnya dirasa sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Pengurangan konten kurikulum dialihkan kepada kreativitas peserta didik serta refleksi dan inovasi bagi tenaga pendidik.

"Peserta didik harus didekatkan pada berbagai persoalan dengan sudut pandang yang berbeda, sehingga ide kreatif bisa dituangkan dalam karya, dan ini tidak ada pada kurikulum sebelumnya," ujar Syaiful, saat berdiskusi dengan 120 tenaga kependidikan di Purwakarta, Minggu (14/5).

Ket. Foto: PANGKAS KURIKULUM -- Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda (kanan), saat berdiskusi dengan 120 tenaga kependidikan, di Purwakarta, Minggu (14/5). — Sumber: istimewa

Dia mengapresiasi pengurangan konten kurikulum ini. Menurutnya, dari berbagai survei ke beberapa negara, diketahui bahwa peserta didik tidak membutuhkan konten yang padat namun lebih kepada pendalaman pada suatu hal.

"Ke depan, kita membutuhkan individu yang spesialis di suatu bidang, sehingga kita harus menyuguhkan sekolah yang tidak padat konten," jelasnya.

Syaiful mendukung implementasi Kurikulum Merdeka yang menjadi kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Hal tersebut mengingat sekolah tidak diwajibkan menggunakan kurikulum tersebut.

Dia menambahkan, sekolah terpanggil menerapkan Kurikulum Merdeka. Menurutnya, hingga saat ini sebanyak 80 persen sekolah di Indonesia telah menggunakan Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran.

"Saya acungi jempol atas kebijakan ini. Ini sangat luar biasa, artinya kebijakan ini berarti memang dibutuhkan, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan," tandasnya.

Prinsip Kurikulum

Pelaksana Tugas (Plt.) Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbudristek, Zulfikri, menerangkan Kurikulum Merdeka merupakan pembelajaran kontekstual yang dirancang dengan prinsip penyederhanaan, fleksibilitas, dan berkeadilan serta berfokus pada pelayanan peserta didik. Prinsip tersebut dimulai dengan memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada guru untuk memberikan pelayanan kepada peserta didik, sehingga para peserta didik juga memiliki ruang yang seluas-luasnya dalam memgembangkan potensi.

Dia menekankan, Kurikulum Merdeka dirancang dalam segala situasi. Pihaknya tidak menargetkan sarana dan prasarana atau urusan administrasi dalam kurikulum tersebut. "Kita berfokus pada peningkatan kualitas proses pembelajaran, peningkatan kualitas komunikasi dan hubungan interaksi antara peserta didik tenaga pendidik, orang tua, serta masyarakat di lingkungan sekolah," terangnya.

Guru SDN 3 Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Melia Pratiwi, mendukung adanya Kurikulum Merdeka. Dalam prosesnya, dia berkolaborasi dengan orang tua yang bekerja sebagai pengrajin eceng gondok dengan menjadikan orang tua sebagai guru tamu dalam pembelajaran.

"Belajar menganyam tidak hanya di sekolah, tapi saya bersama anak-anak mendatangi rumah masyarakat yang membuat kerajinan. Di sana anak-anak belajar hingga bisa membuat kerajinan tangan, dan mereka sangat antusias sehingga saya juga semakin semangat mengajarnya," ucapnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.