Tiongkok Perintahkan Tesla Tarik 1,1 Juta Mobil karena Masalah Rem
Sabtu, 13 Mei 2023, 10:35 WIBBEIJING - Tiongkok telah memerintahkan Tesla, pembuat kendaraan listrik asal AS, untuk menarik kembali 1,1 juta unit kendaraan karena masalah sistem akselerasi dan pengereman model tertentu.
Dilaporkan The Straits Times, regulator pasar Tiongkok mengumumkan keputusan tersebut setelah melakukan penyelidikan atas kerusakan yang dilaporkan, menurut pernyataan yang dikeluarkan pada Jumat (12/5).
Kendaraan yang ditarik termasuk beberapa mobil Model S, Model X, Model 3 impor, serta kendaraan Model 3 dan Model Y buatan Tiongkok yang diproduksi antara 12 Januari 2019 dan 24 April 2023.
Masalahnya melibatkan sistem pengereman regeneratif kendaraan, yang menghasilkan listrik dari gerakan mobil saat pengemudi melepas pedal gas.
Administrasi Negara untuk Peraturan Pasar mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mobil mungkin tidak memberikan peringatan saat pengemudi menekan pedal gas dengan keras untuk waktu yang lama.
Cacat itu dapat menyebabkan risiko tabrakan, kata pernyataan itu.
Tesla mengatakan akan memperbaiki kendaraan dengan pembaruan perangkat lunak yang dikirim secara nirkabel ke kendaraan, kata pernyataan regulator.
Ini adalah penarikan Tesla kedua di Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir.
Pada Maret lalu, Tesla menarik kembali 2.649 kendaraan yang diproduksi antara Oktober 2015 dan Agustus 2020 setelah regulator Tiongkok mengatakan kap kendaraan Model S impor tertentu berisiko terbuka saat kendaraan beroperasi, sehingga meningkatkan risiko tabrakan.
Tiongkok adalah pasar yang signifikan untuk Tesla. Pendapatan dari negara tersebut meningkat menjadi 18,2 miliar dolar AS tahun lalu dari 13,8 miliar dolar AS pada 2021.
Penarikan kembali akan dimulai pada 29 Mei, dan Tesla akan memberi tahu pemilik mobil melalui surat atau SMS.Regulator Tiongkok tidak mengatakan berapa banyak mobil Tesla impor yang ditarik.
Tesla juga menghadapi masalah dengan regulator AS.
Pada Februari, Tesla menarik lebih dari 362.000 mobil yang dilengkapi dengan sistem bantuan pengemudi Full Self Driving setelah Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional menemukannya berisiko kecelakaan.
Sistem bantuan pengemudi, yang dapat mengarahkan, mempercepat, mengerem, dan berpindah jalur dengan sendirinya, memungkinkan kendaraan melaju di atas batas kecepatan legal dan melalui persimpangan dengan cara yang melanggar hukum atau tidak dapat diprediksi, kata badan tersebut dalam dokumen yang diunggah di situs webnya.
Dikatakan, Tesla tidak mengetahui adanya kematian atau cedera yang disebabkan oleh kelemahan yang telah diidentifikasi oleh badan tersebut.
Pada Januari, Tesla mengungkapkan dalam pengajuan peraturan bahwa Departemen Kehakiman telah meminta dokumen terkait perangkat lunak self-driving perusahaan, potensi kemunduran bagi CEO Elon Musk.
Saat regulator menyelidiki keamanan teknologi ini, beberapa pemilik mobil Tesla telah mengajukan tuntutan hukum dengan alasan bahwa perangkat lunak self-driving Tesla tidak memenuhi janji Musk.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Berantas Judol, Gubernur Pramono Instruksikan Satpol PP Sisiri QR Code di Ruang Publik
-
Lidah Warga Tiongkok Mulai Jatuh Hati pada Makanan Olahan RI
-
Semarakkan Mudik Lebaran 1447 H, KAI Wisata Hadirkan Hiburan Budaya hingga Pembagian Takjil
-
Harga Minyak Anjlok Tajam setelah Trump Sebut Perang Melawan Iran akan Segera Berakhir
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Lagi, Anggota Politbiro Tiongkok Diselidiki Lembaga Pengawas Antikorupsi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.