- Home
-
- Luar Negeri
-
- Kerahkan Bantuan, EU Luncu...
Kerahkan Bantuan, EU Luncurkan Jembatan Udara Kemanusiaan untuk Sudan
Kamis, 11 Mei 2023, 23:09 WIBJenewa - Kerahkan bantuan, Uni Eropa pada Rabu (10/5) meluncurkan jembatan udara kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan yang meningkat di Sudan yang dilanda konflik.
Sebanyak 30 ton barang-barang kebutuhan pokok, termasuk air, sanitasi dan higiene serta peralatan penampungan, dikirimkan dari gudang PBB di Dubai menuju Port Sudan, menurut pernyataan Komisi Eropa.
Saat tiba, bantuan tersebut akan diserahkan kepada UNICEF dan Program Pangan Dunia, bunyi pernyataan itu lebih lanjut.
Menurut pernyataan itu, jembatan udara kemanusiaan diadakan sebagai bagian dari Kapasitas Tanggap Kemanusiaan Eropa (EHRC), sebagai perangkat untuk mengatasi permasalahan tanggap kemanusiaan terhadap bencana alam dan manusia.
EU telah berjanji memberikan bantuan sebesar dua ratus ribu euro (sekitar Rp3,2 miliar) untuk bantuan segera dan bantuan pertolongan pertama kepada orang-orang yang terluka atau dalam bahaya di Khartoum dan daerah lain yang terdampak konflik yang sedang berlangsung, menurut pernyataan itu.
Pernyataan itu juga mencatat bahwa pendanaan tersebut adalah tambahan atas bantuan sebesar 73 juta euro (sekitar Rp1,2 triliun) yang telah dialokasikan ke Sudan untuk bantuan kemanusiaan 2023.
Lebih lanjut disebutkan, sebesar dua ratus ribu euro (sekitar Rp3,2 miliar) diberikan kepada Bulan Sabit Merah Mesir untuk pemberian bantuan kepada pengungsi Sudan yang mendarat di Mesir.
"Saya mengutuk keras pertempuran di Sudan dan meminta kedua pihak untuk memungkinkan staf medis dan pekerja bantuan kemanusiaan menyediakan bantuan penyelamat jiwa, " kata Janez Lenarcic, Komisaris Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis.
"Dengan meningkatnya kebutuhan kemanusiaan, kami meluncurkan Jembatan Udara Kemanusiaan, mengirimkan persediaan kebutuhan pokok kepada mitra kemanusiaan kami, untuk dibagikan lebih lanjut kepada mereka yang paling membutuhkan," kata Lenarcic.
Ia mengulangi seruannya untuk mengakhiri pertempuran dan korban jiwa.
Pada 15 April, pertempuran meletus antara Angkatan Bersenjata Sudan dengan kelompok paramiliter Pasukan Dukungan Cepat (RSF) di ibukota Khartoum dan wilayah sekitar hingga menewaskan lebih dari 600 orang dan melukai ribuan lainnya.
Ketidaksepakatan muncul selama beberapa bulan belakangan antara tentara Sudan dengan RSF atas integrasi RSF ke dalam angkatan bersenjata, sebuah syarat utama dari kesepakatan transisi Sudan dengan kelompok-kelompok politik.
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Bupati Mahulu Optimistis Cetak Sawah 141 Hektare Rampung pada 2026.
-
Inter Milan Juara Piala Italia 2025/2026 Usai Kalahkan Lazio 2-0
-
Universitas Hasanuddin Terima 3.489 Calon Mahasiswa Baru Lewat SNBP 2026
-
Wow! Ekosistem Burung Kicau di Indonesia Bernilai Hingga Rp2 Triliun
-
Gunung Dukono Erupsi Lagi, Semburkan Abu Vulkanik hingga 1.200 Meter
-
Dorong Penerapan K3 dan MCU Berkala, BKKP Jalin Kerjasama dengan UPP Indramayu
-
Ikan Nila Jadi Primadona di Kabupaten Gunung Mas, Penjualan Benih Tembus 1.830 Ekor di Awal 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.