Sektor Ilmate Masih Jadi Tumpuan
Selasa, 09 Mei 2023, 08:29 WIBJAKARTA - Kelompok industri logam, mesin, alat transportasi dan elektronika (Ilmate) tumbuh 14,23 persen (y-o-y) sepanjang triwulan I tahun 2023. Capaian ini jauh melampaui kinerja ekonomi nasional yang tumbuh sebesar 5,03 persen pada periode yang sama.
Sektor Ilmate tetap menjadi kontributor utama dalam menopang pertumbuhan industri manufaktur di triwulan I-2023, dengan kontribusinya mencapai 25,96 persen (y-o-y), meningkat dibandingkan periode sebelumnya (triwulan IV-2022) sebesar 25,16 persen," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Ilmate, Kementerian Perindustrian, Yan Sibarang Tandiele di Jakarta, Senin (8/5).
Secara rinci, hampir seluruh subsektor Ilmate tumbuh dua digit, dengan pertumbuhan terbesar di sektor industri alat angkutan yang melaju di angka 17,27 persen, diikuti industri logam dasar (15,51 persen), serta industri barang logam, komputer, barang elektronik dan peralatan listrik (12,78 persen).
Yan menjelaskan, industri alat angkutan tumbuh moncer di atas pertumbuhan ekonomi nasional sejak triwulan II-2022. Hal ini karena didorong oleh keberhasilan program insentif diskon pajak penjualan atas barang mewah ditanggung pemerintah (PPnBM-DTP) kendaraan roda empat yang mampu memberikan stimulus bagi peningkatan kinerja industri-industri pendukungnya, terutama yang bergerak pada industri komponen otomotif.
"Selain itu, pertumbuhan industri alat angkutan di triwulan I-2023 tumbuh signifikan dan berkontribusi sebesar 9,67 persen terhadap capaian industri pengolahan nonmigas, juga dipacu oleh peningkatan produksi kendaraan untuk memenuhi permintaan kendaraan baru menjelang lebaran serta peningkatan produksi kendaraan listrik, paparnya.
Selanjutnya, performa industri logam dasar termasuk yang konsisten di atas pertumbuhan ekonomi nasional sejak tahun 2020. Ini menunjukkan bahwa industri logam dasar adalah salah satu sektor yang mampu bertahan terhadap badai pandemi Covid-19 saat itu.
"Pada triwulan I-2023, pertumbuhan double digit di industri logam dasar karena didorong adanya lonjakan permintaan luar negeri terutama produk olahan bijih nikel seperti fero nikel, nikel matte, dan nikel pig iron, ungkap Yan. Pertumbuhan industri logam dasar ini sejalan dengan program pemerintah dalam menjalankan kebijakan hilirisasi industri untuk peningkatan nilai tambah bahan baku dalam negeri yang memiliki dampak yang luas bagi perekonomian nasional.
"Kami akan terus melakukan upaya peningkatan pertumbuhan industri manufaktur khususnya sektor Ilmate dengan kebijakan yang mendukung transformasi industri 4.0, meningkatan daya saing, dan peningkatan produktivitas industri seperti kebijakan green transportation melalui pengembangan kendaraan bermotor berbasis listrik dan hilirisasi industri,"pungkasnya.
Redaktur: andes
Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini
Berita Terkait:
-
Honor Guru Paruh Waktu di Persimpangan, Bandung Dorong Reformulasi Aturan Dana BOSP Nasional
-
Ahli Bencana ITS Soroti Fenomena Tanah Bergerak di Sejumlah Daerah Berpotensi Longsor
-
Kemenhub Berangkatkan Peserta Arus Balik Mudik Gratis dari Jawa dan Sumatera
-
Christopher Rungkat/Rifqi Fitriadi Juara Ganda ITF M15 Kuala Lumpur
-
Gubernur Papua Minta Pembinaan Ketat Cegah Penebangan Liar di Wilayah
-
Investasi Indonesia Masih Bertumpu pada SDA
-
Presiden Prabowo Matangkan Transformasi Industri Tekstil hingga Chip
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.