Mantan Kolonel Angkatan Udara: AS Harus Memasok Jet Tempur F-16 ke Ukraina Sekarang !

Minggu, 30 Apr 2023, 16:55 WIB

WASHINGTON - Seorang veteran pilot kawakan Angkatan Udara Amerika Serikat, baru-baru ini mendesak AS dan sekutu barat untuk segera mengirim jet tempur F-16 untuk membantu Ukraina mengalahkan Rusia. Menurutnya, superioritas udara diperlukan untuk mengakhiri konflik yang berlarut-larut.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Kyiv Post , pensiunan Kolonel Angkatan Udara, Jeff Fischer, mengemukakan pemikirannya tentang mengapa AS harus menyediakan F-16 ke negara yang dilanda perang itu.

Ket. Foto: F-16 Fighting Falcon milik Angkatan Udara AS. Superioritas udara dinilai "penting" untuk mengalahkan Rusia dengan cepat. — Sumber: Istimewa

"Saya sampai pada kesimpulan bahwa F-16 atau pesawat tempur multi-peran generasi keempat sangat penting untuk Ukraina, dan ada alasan sederhana mengapa," kata Fischer dalam sebuah wawancara minggu ini, dikutip dari Business Insider.

"Jika Anda bisa mendominasi di ruang pertempuran dan di wilayah udara, kita bisa menjauh dari paritas udara yang ada saat ini," tambahnya.

Fischer bertugas selama lebih dari 30 tahun di Angkatan Udara AS dan telah menyelesaikan tujuh misi tempur.

Meskipun tampaknya "berlawanan dengan intuisi", menggunakan kekuatan yang lebih besar atau memiliki "dominasi udara" sebenarnya cenderung "mengakhiri perang lebih cepat," katanya.

"Kirim F-16 ke Ukraina agar Rusia bisa dikalahkan sekarang," tambahnya.

Ketika ditanya tentang evaluasi Wakil Menteri Pertahanan AS, Colin Kahl bahwa akan memakan waktu 18 bulan untuk melatih pilot Ukraina menggunakan F-16, Fischer menjawab bahwa dia yakin penilaian itu "sedikit tidak jujur".

"Meskipun seseorang yang tidak memiliki pengalaman membutuhkan waktu 18 bulan untuk belajar, program transisi untuk pilot Ukraina yang sudah terlatih dan terampil hanya akan memakan waktu dua hingga enam bulan," bantahnya.

Pensiunan kolonel itu menambahkan bahwa akan mudah menemukan orang untuk membantu memberikan dukungan teknis dan logistik untuk jet karena mereka sudah ada "dalam jumlah besar".

Ada 4.500 jet tempur yang sudah diproduksi, katanya, dan AS masih memproduksinya.

Sebagai seorang penulis dan analis militer, Fischer mencatat bahwa "gesekan perang" saat ini berarti tidak hanya menimbulkan korban jiwa manusia tetapi juga penurunan terus-menerus terhadap stok rudal dan peluru artileri untuk militer Ukraina.

"Jet akan membantu memperbaiki situasi ini," katanya.

Kebuntuan konflik di Ukraina telah berlangsung selama lebih dari setahun, dan pertanyaan apakah militer negara itu harus dipasok dengan jet tempur buatan Barat telah menjadi perdebatan.

Sementara beberapa berpendapat jet tempur satu kursi akan menjadi "pengubah permainan" bagi Ukraina, ahli lain percaya itu mungkin terbukti lebih rumit . Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, telah mendesak Gedung Putih untuk mengirim jet tempur, tapi pemerintahan Biden mengatakan itu bukan prioritas.

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Film “Pangku” Raih Tiga Penghargaan Terpuji di Ajang Festival Film Bandung

De Zerbi Minta Maaf atas Kekalahan Tottenham dari Brentford

IKM Fesyen & Kriya Tumbuh 2x Lipat! Kemenperin Genjot Digital Biar Naik Kelas

Bantu Warga Korban Kebakaran Desa Adat Sade, Kemenpar Siagakan Poltekpar Lombok

Tabrakan Beruntun di Tol Senayan, Dua Orang Alami Luka-luka

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak: Panen Durian dan Manggis Serap Ribuan Tenaga Kerja 

Belajar Bisnis dari Kisah Yohanes Membangun PepperJo

Libur Panjang Bikin Stasiun Jakarta Padat, 38.842 Penumpang Berangkat Naik Kereta

Bupati Sintang Imbau Warga untuk Peduli dan Hentikan Bakar Hutan dan Lahan

Kerajinan Badui Banjir Pesanan di Bazar Harkop Harnas, UMKM Lokal Raup Omzet

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.