Freeport Diminta Percepat Pembangunan 'Smelter'

Sabtu, 29 Apr 2023, 00:01 WIB

JAKARTA - PT Freeport Indonesia diminta agar dapat mempercepat pembangunan pabrik pengolahan dan pemurnian (smelter) tembaga semaksimal mungkin. Ada upaya untuk membangun smelter dengan cepat, perkembangannya sudah mencapai 60 persen.

"Ya harus mempercepat penyelesaian smelter semaksimal mungkin. Kan spending-nya dengan (progres) 60 persen ini sudah cukup besar, mungkin sudah 1,5 miliar (dollar AS) lebih dari targetnya yang 2,4 miliar dollar AS," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mimneral (ESDM), Arifin Tasrif, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/4).

Ket. Foto: ARIFIN TASRIF Menteri ESDM - Kan spending-nya dengan (progres) 60 persen ini sudah cukup besar, mungkin sudah 1,5 miliar (dollar AS) lebih dari targetnya yang 2,4 miliar dollar AS. — Sumber: ISTIMEWA

Seperti dikutip dari Antara, saat ini PT Freeport Indonesia diketahui tengah membangun smelter tembaga baru di Manyar, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur, yang ditargetkan beroperasi penuh pada 2024.

Pemerintah Indonesia telah memverifikasi progres konstruksi smelter Manyar dengah hasil progres kemajuan smelter Manyar disebutkan telah melebihi 50 persen.

Padahal merujuk UU No 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara (Minerba), tiga tahun setelah beleid terbit pada 10 Juni 2020, artinya pada 10 Juni 2023, semua mineral mentah yang diekspor harus melalui proses peningkatan nilai tambah di Tanah Air. Pemerintah pun harus menstop ekspor mineral mentah, termasuk tembaga.

"(Keputusannya) boleh (ekspor konsentrat tembaga), sampai progresnya komitmen dia untuk menyelesaikan (smelter) dan tidak boleh lebih dari pertengahan tahun depan," tambah Arifin.

Selain PT Freeport Indonesia, Arifin menyebut PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) juga dibolehkan mengekspor konsentrat tembaga.

"Di sana ada juga Amman, sama kok tembaga, tapi tadi kan progresnya sampai berapa dulu? Nah, ini akan ditinjau minggu depan. Untuk copper cuma dua, Amman dan Freeport," ungkap Arifin.

Mundur dari Jadwal

Diketahui, Freeport Indonesia dan AMNT sama-sama sedang membangun pabrik pengolahan konsentrat tembaga baru di Batu Hijau, Kabupaten Sumbawa Barat, Nusa Tenggara Barat, yang diperkirakan menelan biaya investasi 982 juta dollar AS atau setara 14,7 triliun rupiah, namun jadwal pembangunannya juga mundur dari jadwal karena pandemi Covid-19.

"Kalau konstruksi tidak jalan, dampaknya bisa ke ribuan pekerja, kan di tambang ribuan juga. Kami harapkan kalau sudah ada komitmen, harus ada keseriusan untuk selesaikan, karena ini nilai tambah semuanya buat kita. Baru sekarang ini usaha kita golkan hilirisasi ini secara masif, memanfaatkan sumber daya alam semaksimal mungkin," jelas Arifin.

Proyek smelter Manyar ditargetkan dapat mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun menjadi sekitar 600 ribu ton katoda tembaga per tahun.

Sebelumnya, Direktur Utama MIND ID, Hendi Prio Santoso, mengungkapkan progres pembangunan smelter (pabrik pemurnian) oleh PT Freeport Indonesia (PTFI) di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE) Manyar, Gresik, Jawa Timur, mencapai 54 persen.

"Kemudian, lanjut ke smelter tembaga dan precious metal refinery ini yang melakukan kegiatan PT Freeport Indonesia berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Syukur Alhamdulillah, progres yang sudah tercapai kami terinfokan mencapai 54 persen di akhir Januari," kata Hendi saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VII DPR sebagaimana dipantau dari YouTube Komisi VII DPR.

Ia mengatakan proyek tersebut ditargetkan rampung pada akhir 2023. "Insya Allah akan mencapai 100 persen penyelesaian konstruksi di akhir 2023 dan akan lanjut ke fase soft commissioning dan ramp up operasi di bulan Juni 2024," ucap Hendi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Eko S

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.