- Home
-
- Luar Negeri
-
- Minyak Menguat Didukung Pe...
Minyak Menguat Didukung Pertumbuhan Permintaan di Tiongkok
Rabu, 26 Apr 2023, 00:02 WIBNEW YORK - Harga minyak mentah memperpanjang kenaikannya pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), berkat prospek perbaikan permintaan minyak dengan investor semakin optimistis bahwa perjalanan liburan di Tiongkok akan meningkatkan konsumsi bahan bakar di importir minyak terbesar di dunia itu.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni naik 0,89 dollar AS atau 1,14 persen, menjadi menetap di 78,76 dollar per barel di New York Mercantile Exchange.
Seperti dikutip dari Antara, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Juni naik 1,07 dollar AS atau 1,31 persen, menjadi ditutup di 82,73 dollar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Pekan lalu, kedua kontrak jatuh lebih dari 5,0 persen untuk penurunan mingguan pertama mereka dalam lima pekan karena permintaan bensin AS terindikasi turun dari tahun sebelumnya.
Meskipun pelaku pasar melihat permintaan minyak menyusut, awal Mei akan mengantarkan dimulainya musim konsumsi puncak tahunan, kata catatan penelitian oleh PVM Oil Associates pada Senin (24/4).
"Permintaan minyak global akan mencapai rekor tertinggi pada musim panas tahun ini, yang pada gilirannya akan berfungsi sebagai dasar yang kuat untuk dorongan harga ke atas kembali. Namun, sampai saat itu, ketidakpastian ekonomi dan kegelisahan tingkat suku bunga akan menjaga potensi kenaikan, " kata PVM Oil Associates.
Bahan Bakar Jet
Ada banyak optimisme seputar libur Tiongkok karena berkaitan dengan permintaan bahan bakar jet, kata Robert Yawger, direktur pelaksana dan ahli strategi energi berjangka Mizuho Americas.
Pemesanan di Tiongkok untuk perjalanan ke luar negeri selama liburan May Day mendatang menunjukkan pemulihan berkelanjutan dalam perjalanan ke negara-negara Asia, tetapi jumlahnya tetap jauh dari tingkat sebelum Covid-19 dengan harga tiket pesawat jarak jauh yang melonjak dan tidak tersedia cukup penerbangan.
Ketatnya pasokan karena pemotongan pasokan tambahan yang direncanakan oleh kelompok produsen OPEC+ mulai Mei juga dapat mengangkat harga.
"Pemotongan produksi yang direncanakan oleh aliansi OPEC+ dan prospek permintaan yang kuat dari negara Tiongkok dapat memberi dorongan pada kenaikan harga dalam beberapa hari mendatang," kata analis minyak independen Sugandha Sachdeva.
Sementara itu, ada beberapa tanda dimulainya kembali ekspor minyak mentah Irak Utara melalui terminal minyak Ceyhan Turkiye, menurut sebuah laporan oleh Reuters pada Senin (24/4).
Redaktur: Marcellus Widiarto
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Kematian Arsitek Ekonomi Zhu Rongji Membuka Fase 'Superpolitik' Tiongkok
-
Analis Intelejen Sebut Strategi Baru AS Lewat NATO Bidik 'Poros Otokratis' dan Gerus Kekuatan Russia–Tiongkok dan Iran
-
LG Loves School Dukung Pembelajaran Berbasis Teknologi Di SMKN 2 Tangerang Selatan
-
Kanada Dituding Bantu Tiongkok Hindari Tarif AS
-
Singapura Gandeng Tiongkok Perkuat Teknologi Nuklir
-
Membangun Jakarta semakin Inklusif untuk Disabilitas
-
Xi: Warisan Jiang Zemin jadi Arah Perjalanan Baru Tiongkok yang Berkesinambungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.