Harga Minyak Dunia Terkoreksi Dipicu Kekhawatiran Baru Permintaan
Rabu, 26 Apr 2023, 13:53 WIBNEW YORK - Harga minyak mentah berjangka turun lebih dari dua persen pada akhir perdagangan Selasa (25/4) waktu New York Amerika Serikat (AS) atau Rabu (26/4) pagi WIB karena kekhawatiran atas resesi dan dollar yang lebih kuat melebihi harapan permintaan Tiongkok yang lebih tinggi dan stok minyak mentah AS yang lebih rendah.
Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni anjlok 1,69 dollar AS atau 2,15 persen menjadi menetap di 77,07 dollar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah berjangja Brent untuk pengiriman Juni merosot 1,96 dollar AS atau 2,37 persen menjadi ditutup pada 80,77 dollar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
Kekhawatiran atas sektor perbankan dan kenaikan suku bunga membebani pasar saham dan harga energi pada Selasa (25/4) dengan dollar AS mencatatkan kenaikan yang kuat.
Harga minyak merosot karena dollar menguat dan sinyal permintaan minyak mentah sebagian besar tetap bearish karena pemasok jasa-jasa minyak Halliburton mengisyaratkan bahwa pelanggan jelas termotivasi untuk memproduksi lebih banyak minyak dan gas, kata Edward Moya, analis pasar senior di OANDA, pemasok jasa-jasa perdagangan multi-aset daring.
Dollar naik di tengah kekhawatiran yang mendalam tentang pendapatan perusahaan dan ekonomi global. Dollar yang lebih kuat menekan permintaan minyak karena membuat komoditas lebih mahal bagi pembeli yang memegang mata uang lain.
Indeks kepercayaan konsumen AS merosot ke 101,3 pada April dari 104 pada Maret, menurut data yang dikeluarkan oleh The Conference Board pada Selasa (25/4) pagi.
"Sementara penilaian konsumen yang relatif menguntungkan terhadap lingkungan bisnis saat ini agak membaik pada April, ekspektasi mereka turun dan tetap di bawah level yang sering menandakan resesi yang membayangi dalam jangka pendek," kata Ataman Ozyildirim, direktur ekonomi senior di The Conference Board.
Minyak WTI mundur ke level 77 dollar per barel karena permintaan untuk aset-aset berisiko menurun di tengah kekhawatiran resesi, kata Vladimir Zernov, analis pemasok informasi pasar FX Empire.
Para pedagang sedang menunggu data stok AS dari American Petroleum Institute (API) pada Selasa (25/4). Para analis memperkirakan persediaan minyak mentah turun sekitar 1,7 juta barel.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Dunia Anjlok di Bawah $100 per Barel - Pasar Saham Melonjak Seiring Harapan Perang Iran akan Segera Berakhir
-
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Masyarakat Tak Perlu Khawatir Harga BBM, Anggaran Subsidi Aman
-
Harga Minyak Global Melonjak Setelah AS Ancam Blokade Pelabuhan Iran
-
Pemerintah AS Khawatir Dampak Politik Jika Harga Bensin Melampaui US$3 Dollar per Galon
-
Saham Asia Menguat, Harga Minyak Mentah Turun karena Harapan akan Kesepakatan Damai Masih Ada
-
Gencatan Senjata AS-Iran Terancam, Harga Minyak Kembali Melonjak 6%
-
Harga Minyak Dunia Melonjak, Pasar Saham Bergejolak Karena Gencatan Senjata di Timteng Masih Belum Pasti
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.