Vietnam Tolak Larangan Tiongkok Menangkap Ikan di LTS

Sabtu, 22 Apr 2023, 08:56 WIB

HANOI - Vietnam pada Kamis (20/4) mengatakan bahwa Tiongkok telah melakukan pelanggaran terhadap kedaulatan negaranya karena memberlakukan larangan penangkapan ikan di Laut Tiongkok Selatan setiap tahun.


Tiongkok memberlakukan larangan tersebut setiap tahun sejak 1999, tetapi Vietnam selalu menentang aturan tersebut.

Beijing berdalih bahwa larangan penangkapan ikan, yang akan berlaku mulai 1 Mei-16 Agustus, dilakukan guna mempromosikan penangkapan ikan yang berkelanjutan dan meningkatkan ekologi laut.

Larangan tersebut mencakup perairan 12 derajat utara khatulistiwa dan termasuk bagian dari 200 mil zona ekonomi eksklusif (ZEE) Vietnam serta pulau-pulau Paracel, yang telah diduduki dan diperebutkan oleh kedua negara selama beberapa dekade.

"Larangan penangkapan ikan yang diberlakukan Tiongkok melanggar kedaulatan Vietnam atas Hoang Sa dan hak kedaulatan dan yurisdiksi di perairan Vietnam dan zona ekonomi eksklusifnya," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Vietnam Doan Khac Viet kepada pers.

Hoang Sa adalah sebutan Vietnam untuk Kepulauan Paracel.

Vietnam meminta Tiongkok untuk menghormati kedaulatan negaranya dan tidak memperumit situasi.

Tiongkok mengeklaim lebih dari 90 persen wilayah Laut Tiongkok Selatan yang memiliki potensi energi yang banyak itu melalui sembilan garis putus-putus berbentuk U di petanya.

Garis tersebut membentang jauh hingga Asia Tenggara dan memotong ZEE Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, Vietnam dan Indonesia.

Tiongkok telah mengerahkan ratusan kapal untuk memperkuat klaimnya itu. Sejumlah kapal ditempatkan lebih dari 1.000 km dari daratannya.

Beberapa negara tetangga menuding langkah Beijing tersebut merupakan upaya untuk mengganggu kegiatan eksplorasi energi.

Pada Maret, Reuters melaporkan berdasarkan data pelacakan kapal bahwa sebuah kapal Vietnam telah dikirim untuk memantau kapal penjaga pantai Tiongkok yang berpatroli di dekat ladang gas yang dioperasikan Rusia di ZEE Vietnam.

Ket. Foto: Ilustrasi - Penampakan Hohhot (Hull 161), kapal perusak kawal rudal milik Komando Armada Selatan Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA), saat berpatroli di perairan Laut Tiongkok Selatan pada Kamis (20/8/2020) pagi. — Sumber: ANTARA/ChinaMilitary

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Antara

Berita Terbaru

"Silent Hill: Townfall" Eksklusif Konsol PS5 Minimal Enam Bulan

Resmi Digarap Disney! National Treasure 3 Masuk Pengembangan, Nicolas Cage Siap Kembali?

Fitur Baru ChatGPT di iOS: Bisa Akses Foto Terbaru Tanpa Buka Galeri

Gempa M 5,9 Guncang Jepang Dekat Tokyo: 37 Orang Terluka, Kereta Sempat Lumpuh!

Perang Dagang AS-Kanada Memanas: Mark Carney Siapkan Bea Masuk Produk Washington

Xabi Alonso Yakin Cole Palmer Tampil Menawan Bersama Chelsea Jelang Laga Lawan Fulham

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.