Mengenal Melanoma, Jenis Kanker Kulit Paling Mematikan
Sabtu, 22 Apr 2023, 14:07 WIBMeski lebih jarang daripada beberapa jenis kanker kulit lainnya, melanoma merupakan jenis kanker kulit yang paling serius.
Menurut American Cancer Society, melanoma adalah jenis kanker kulit berkembang ketika melanosit atau sel yang menghasilkan melanin, yakni pigmen yang memberi warna pada kulit, mulai tumbuh tak terkendali. Meski kasus melanoma lebih jarang, kanker kulit jenis ini lebih berbahaya karena kemungkinan besar menyebar ke bagian tubuh lain jika tidak terdeteksi dan diobati sejak dini.
Diketahui, melanoma juga dapat terbentuk di bagian tubuh lain, seperti mata, mulut, alat kelamin, dan bahkan area anus. Akan tetapi, kasus ini jauh lebih jarang terjadi dibandingkan kanker kulit melanoma. Pasalnya, melanoma paling sering berkembang di area yang terpapar sinar matahari, seperti punggung, kaki, lengan, dan wajah. Melanoma lebih dari 20 kali lebih umum pada orang kulit putih daripada orang dengan warna kulit yang lebih gelap. Dalam laman resmi American Cancer Society, dijelaskan bahwa 1 dari 38 orang kulit putih berisiko terkena melanoma. Angka ini jauh lebih tinggi daripada orang kulit hitam, di mana hanya 1 dari 1.000 dari mereka yang berisiko terkena melanoma.
Meski penyebab pasti dari semua melanoma tidak jelas, paparan radiasi ultraviolet (UV) dari sinar matahari atau lampu tanning dapat meningkatkan risiko terkena melanoma. Sementara sinar UV hanya merupakan bagian yang sangat kecil dari sinar matahari, mereka adalah penyebab utama terjadinya kerusakan pada kulit akibat sinar Matahari.
Pasalnya, sinar UV merusak DNA di dalam sel kulit. Terkadang kerusakan ini memengaruhi gen tertentu yang mengontrol bagaimana sel tumbuh dan membelah. Jika gen ini tidak lagi berfungsi dengan baik, sel yang terkena bisa menjadi sel kanker.
Risiko melanoma juga meningkat seiring bertambahnya usia seseorang. Adapun, usia rata-rata orang ketika didiagnosis dengan melanoma adalah 65 tahun. Tetapi melanoma tidak jarang terjadi di antara mereka yang berusia di bawah 30 tahun. Berbicara kepada Washington Post, Ida Orengo selaku profesor dan ketua dermatologi di Baylor College of Medicine, menjelaskan kerusakan DNA akibat sinar UV sebenarnya dapat diperbaiki sebelum menjadi kanker. Namun, ketika memasuki usia 40 ke atas, seseorang menjadi lebih berisiko terkena melanoma karena sistem kekebalan tubuh secara alami mulai kurang efektif yang membuatnya sulit memperbaiki kerusakan DNA yang terjadi akibat sinar UV.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Suliana
Berita Terkait:
-
Bupati Banyumas Dorong Kepala Sekolah Melek Digital dan Inovatif
-
Airlangga: Jepang Berperan Penting Bangun Ekosistem Industri Otomotif Indonesia
-
Tabrak Kendaraan di Landasan Bandara New York, Pilot dan Kopilot Air Canada Tewas
-
Budaya dan Wisata Singkawang Tampil di Ajang Timeless Harmony
-
Jalur KRL Cikampek dan Sukabumi Mulai Digeber 2026, Cek Rutenya di Sini
-
KKP Sebut Ekspor Udang RI Tetap Meningkat, meski Diterpa Isu Terpapar Radioaktif Cs-137
-
Mendag Buka Data: Ribuan Pengaduan Konsumen Jadi Alarm Perdagangan Nasional
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.