Idul Fitri Momentum Pererat Persaudaraan
Jumat, 21 Apr 2023, 01:02 WIBJAKARTA - Guru Besar Fakultas Ushuluddin Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Bambang Qomaruzzaman, menilai Idul Fitri dapat menjadi momen yang tepat untuk mempererat tali persaudaraan dan solidaritas antara umat Islam dengan masyarakat pemeluk agama lain.
"Sebagaimana agama dalam bahasa Arab artinya ad-din atauad-dayn. Di mana kataad-daynitu sendiri artinya utang. Orang beragama itu menyadari utangnya pada Tuhan, pada alam semesta, dan pada sesama manusia," kata Bambang Qomaruzzaman dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/4).
Dia menjelaskan selama bulan Ramadan, tanpa dukungan semua pihak, puasa terasa berat. Hal itu, menurut dia, akan melahirkan sikap rendah hati, tidak sombong, penuh syukur, membalas jasa, dan menjaga kehidupan agar tetap nyaman.
Bambang berharap ada dukungan berbagai pihak khususnya para pemimpin agama, tokoh, masyarakat dan pemerintah dalam mempromosikan toleransi dan perdamaian di masyarakat.
Hal itu, menurut dia, untuk mewujudkan Idul Fitri sebagai pengukuhan insan fitri yang suci dari intoleransi dan ekstremisme khususnya di Indonesia.
"Pemimpin agama itu harus sadar bahwa dirinya ituuswatun hasanah atau model karakter. Pemimpin agama harus menyadari posisinya ini sehingga harus mengelola perkataan, perbuatannya, sekaligus diamnya agar tidak menjadi pemicu bagi perilaku agresif," ujarnya.
Bambang yang merupakan Aktivis Muda Nahdlatul Ulama (NU) itu menilai meminta seluruh umat manusia untuk belajar tidak gampang tersulut kebencian lalu marah. Umat manusia diminta belajar untuk tidak mendendam ataupun tidak menjadikan kesalahan orang lain sebagai alasan untuk membenci.
Bambang menilai Idul Fitri merupakan momentum untuk menyadari kelemahan masing-masing diri dan menginsyafi kekuatan hidup bersama.
Sikapi Dewasa
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya, Arif Fathoni,yakin warga Kota Pahlawan, dewasa dalam menyikapi perbedaan penentuan 1 Syawal 1444 Hijriah.
"Perbedaan soal fikih dalam Islam itu hal biasa, tidak perlu disikapi secara berlebihan karena Ramadan adalah bulan untuk meningkatkan ukhuwah islamiah," kata Cak Toni, panggilan akrab Arif Fathoni di Surabaya, Kamis.
Cak Toni meyakini kedewasaan warga Surabaya dalam menyikapi keberagaman sudah teruji dengan baik. Menurut dia, perbedaan bagi warga Surabaya justru menjadi momen untuk meningkatkan budaya saling menghargai.
Redaktur: andes
Penulis: Antara
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.