Bunga Acuan The Fed Bakal Tetap di Level Tinggi

Rabu, 19 Apr 2023, 08:50 WIB

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memprediksi suku bunga acuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) akan tetap tinggi di level 5,25 persen hingga 2024. Pasar pun meyakini the Fed akan kembali menaikkan bunga acuannya bulan depan.

"Baseline kami masih menggunakan 5,25 persen, puncaknya di Mei. Sebelumnya, kami perkirakan akhir tahun akan turun, tapi rupanya kemungkinan tidak akan turun. Bahkan, tahun depan masih tetap 5,25 persen," kata Gubernur BI, Perry Warjiyo, di Jakarta, Selasa (18/4).

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Menurut Perry, ada dua faktor yang menjadi pertimbangan the Fed terkait suku bunga acuan, yaitu inflasi yang masih tinggi serta stabilitas sistem keuangan.

Dari sisi inflasi, kekhawatiran the Fed juga ditambah dengan rencana Organisasi Negara Pengekspor Minyak dan sekutunya atau OPEC+ memangkas produksi mereka. Hal tersebut berpotensi meningkatkan inflasi dari sisi suplai.

Sementara itu, stabilitas sistem keuangan global juga berada dalam kondisi rentan usai kegagalan tiga bank di Sillicon Valley.

"Nanti kami lihat apakah the Fed akan lebih mempertimbangkan inflasi inti yang tinggi daripada stabilitas sistem keuangannya atau menyeimbangkan keduanya. Kalau seimbang, mungkin baseline di 5,25 persen," ujar Perry.

Dalam kesempatan sama, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, menjelaskan kedua pertimbangan tersebut akan membuat the Fed tak terlalu agresif dalam menaikkan tingkat suku bunga.

Hal itu tecermin pada indeks dollar AS (DXY) the Fed yang terus mengalami penurunan hingga ke level 101 bila dibandingkan pada saat bullish atau menguat yang menyentuh level 110.

"Kemudian, kami melihat imbal hasil obligasi AS untuk yang 10 tahun sekarang sudah berada di level 3,6," jelas Destry.

Destry menambahkan kondisi tersebut akan berdampak positif bagi negara berkembang khususnya Indonesia, karena tekanan terhadap mata uang regional akan berkurang.

Untuk itu, meski Indonesia perlu tetap waspada terhadap ketidakpastian yang masih berlangsung, namun BI optimistis kondisi saat ini terbilang cukup baik.

Seperti diketahui, the Fed kembali menaikkan bunga acuannya pada Maret lalu sebesar 25 basis poin menjadi di kisaran 4,75-5 persen.

Ekspektasi Pasar

Meski demikian, the Fed tidak dapat memastikan untuk menaikkan kembali bunga acuannya ke depan karena akan sangat bergantung pada data yang mereka terima. Meski demikian, pasar optimistis Fed Fund Rate (FFR) akan kembali dinaikkan pada Mei mendatang.

Menurut data dari CME FedWatch Tool, Senin (17/4) sore, the Fed memiliki probabilitas hampir 90 persen untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada awal Mei. Tingkat kemungkinan tersebut naik dari probabilitas 78 persen pada 14 April lalu.

"Ada tarik-menarik antara mereka yang merasa optimis bahwa Fed akan segera mengakhiri program pengetatan suku bunga karena pelemahan yang kita lihat dalam perekonomian ... dengan mereka yang percaya bahwa Fed akan dipaksa untuk menaikkan suku bunga lebih lama karena ekonomi tidak dalam arti menyerah," ujar kepala strategi investasi di CFRA Research, Sam Stovall, Senin (17/4).

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara, Muchamad Ismail

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.