- Home
-
- Luar Negeri
-
- Miliarder Rusia Usmanov Ja...
Miliarder Rusia Usmanov Jadi Target Sanksi Inggris-AS
Kamis, 13 Apr 2023, 09:00 WIBLONDON - Inggris dan AS menjatuhkan sanksi baru pada Rabu (12/4) terhadap oligarki Rusia Alisher Usmanov dan "financial fixer " yang berbasis di Siprus yang diduga membantu menutupi asetnya serta milik sesama miliarder Rusia Roman Abramovich.
Kedua negara bersama-sama menambah sejumlah tokoh dan perusahaan yang terkait dengan oligarki ke dalam daftar hitam keuangan mereka.Uupaya menghentikan aktivitas tokoh-tokoh kuat yang dituduh mendukung pemerintah Presiden Rusia Vladimir Putin dan perangnya di Ukraina.
Pada saat yang sama, Washington menjatuhkan sanksi pada perusahaan di Hong Kong, Turki, dan UEA yang disebut menjual drone dan elektronik, termasuk semikonduktor buatan AS, ke sektor pertahanan Rusia.
Departemen Luar Negeri memilih sebuah perusahaan Tiongkok, Head Aerospace Technology, yang katanya menjual citra satelit ke kelompok tentara bayaran Rusia Wagner, dan juga memasukkan Patriot PMC, milisi swasta Rusia lainnya yang katanya terkait dengan Menteri Pertahanan Sergei Shoigu.
"Kami menutup jaring terhadap elite Rusia dan mereka yang mencoba membantu menyembunyikan uang mereka untuk perang," kata Menteri Luar Negeri Inggrus James Cleverly dalam sebuah pernyataan. Ia berjanji tidak akan ada tempat untuk bersembunyi.
"Ketika Kremlin mencari jalan keluar dari sanksi multilateral yang luas dan kontrol ekspor yang dikenakan pada Rusia untuk perangnya melawan Ukraina, Amerika Serikat dan sekutu serta mitra kami akan terus mengganggu skema penghindaran yang mendukung Putin di medan perang," kata Wakil Menteri Keuangan AS. Brian Nelson.
Sanksi Inggris dan AS memilih USM Holding dan perusahaan serta eksekutif kunci lainnya dalam jaringan Usmanov, raja besi dan baja kelahiran Uzbekistan yang mengendalikan Metalloinvest dan yang nilainya diperkirakan Bloomberg sebesar 18,7 miliar dolar AS.
Departemen Keuangan AS mengatakan Usmanov dekat dengan Putin dan Dmitry Medvedev, mantan presiden Rusia dan sekarang wakil ketua Dewan Keamanan Rusia.
Tahun lalu otoritas Jerman menggerebek beberapa propertinya karena dugaan penggelapan pajak dan dilaporkan menyita mega-yacht Dilbar miliknya.
Usmanov memiliki "jaringan bisnis yang luas di safe-haven keuangan" termasuk Siprus yang, dibantu oleh anggota keluarga, dia gunakan untuk memindahkan uang yang dapat menghindari sanksi, menurut Departemen Keuangan AS.
Kantor Persemakmuran dan Pembangunan Luar Negeri Inggris (FDCO) menjatuhkan sanksi pada "professional enablers" Cypriot Demetris Ioannides dan Christodoulos Vassiliades, yang diduga membantu orang kuat Rusia seperti Usmanov dan sebelumnya memberi sanksi kepada Roman Abramovich, mantan pemilik Klub Sepak Bola Chelsea, yang menghindari kontrol Barat.
Ioannides membuat "struktur lepas pantai yang suram" yang digunakan oleh Abramovich untuk menyembunyikan aset lebih dari 760 juta euro sebelum dikenai sanksi tahun lalu. Sementara pengacara Vassiliades mengembangkan perwalian dan perusahaan lepas pantai yang digunakan Usmanov, kata pemerintah AS.
Washington menambahkan financial fixer Siprus ketiga, Demetrios Serghides, ke daftar hitam sanksinya. Dia disebut membantu membeli dan mengelola aset seperti real estat untuk Usmanov dan keluarganya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Hadapi Tantangan Cuaca, KKP Fasilitasi Tambak Garam Rakyat Teknologi Tunnel - SWRO
-
Trump Umumkan AS Akan Terima 30–50 Juta Barel Minyak Venezuela
-
RI Bidik Minyak Rusia—Pertamina Siap Eksekusi Arahan Pemerintah
-
Dorong Substitusi Impor, Kemenperin Pertemukan Industri Produsen dan Pengguna Pati Ubi Kayu
-
Pemkot Palembang Menyiapkan 850 Personel untuk Memperlancar Mudik 2026
-
Kronologi Anggota Pasukan Bela Diri Jepang Masuk Tanpa Izin ke Kedubes China
-
Atasi Banjir Jakarta, Sungai Ciliwung, Krukut, dan Cakung Lama akan Dinormalisasi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.