Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Unand Berhasil Olah Sampah Daun Jadi Residu Biomassa Kering

📅 Minggu, 09 Apr 2023, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Unand Berhasil Olah Sampah Daun Jadi Residu Biomassa Kering Doc: ANTARA/Aprillio Akbar
Ket. Ilustrasi: Sampah daun diolah di TPS 3R Ketapang Satpel Lingkungan Hidup Kecamatan Gambir, Jakarta, Selasa (21/2/2023).

PADANG - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) berhasil mengolah sampah daun-daun menjadi residu biomassa kering, yang saat ini sudah digunakan salah satu BUMN industri yaitu PT Semen Padang.

"Sampah daun ini diolah menjadi residu biomassa kering yang dapat dipakai PT Semen Padang untuk menggantikan sebagian batu bara," kata Pakar Pengendalian Udara Unand Dr Fadjar Goembira di Padang, Minggu (9/4).

Fadjar mengatakan saat ini Unand masih fokus untuk membantu industri mengganti sebagian bahan bakar fosil.

Saat ini, kata Fajar yang juga Tim GreenCampusUnand, pihak kampus dalam tahap uji coba pengolahan sampah daun menjadi biomassa sambil menunggu peralatan yang lebih lengkap untuk pengolahan lanjut menjadi bahan bakar pelet.

"Dari dua kali percobaan Unand berhasil mengeringkan sekitar 1,3 ton residu biomassa," kata Lulusan Energy Science Kyoto University tersebut.

Untuk mengolah daun-daun kering yang dikumpulkan dari sekitar lingkungan kampus, pihaknya menggunakan Teknologi Olah Sampah di Sumbernya (TOSS). Proses itu melalui dua tahapan utama yaitu pengeringan residu biomassa menggunakan bioaktivator, kemudian dilanjutkan dengan pencacahan dan peletisasi, hingga produk akhirnya adalah bahan bakar biomassa berbentuk pelet.

"Insya Allah dengan TOSS ini dapat dicapai spesifikasi minimum yang ditetapkan oleh pihak industri," ujarnya.

Ia mengatakan terdapat dua keuntungan dari hasil pengolahan daun-daun kering tersebut yaitu manfaat tangible dan intangible. Untuk tangible per ton bahan bakar alternatif memiliki nilai ekonomi tergantung dari kualitas, terutama nilai kalor yang dihasilkan.

Pihak industri memiliki spesifikasi tertentu untuk bahan bakar alternatif. Dengan penerapan TOSS, spesifikasi minimum yang disyaratkan atau ditetapkan perusahaan dapat terpenuhi, katanya.

Kemudian untuk manfaat intangible, misalnya pengurangan emisi gas rumah kaca karena penerapan TOSS. Pengurangan emisi disebabkan penggunaan bahan bakar biomassa yang menggantikan bahan bakar fosil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

26 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

35 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.