Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemda Diminta Cegah TPPO Setelah Lebaran

📅 Sabtu, 08 Apr 2023, 01:30 WIB | Oleh:
Pemda Diminta Cegah TPPO Setelah Lebaran Doc: Istimewa
Ket. Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Prijadi Santoso

JAKARTA - Asisten Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Pekerja dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Prijadi Santoso, mengatakan Pemeintah Daerah (Pemda) diminta mencegah terjadinya TPPO setelah Lebaran. Hal ini berlaku baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan.

"Arus balik pascalebaran umumnya akan lebih besar dibandingkan arus mudik, artinya arus migrasi tenaga kerja dari berbagai daerah khususnya ke Ibu kota juga akan meningkat," ujar Prijadi dalam Media Talk Kemen PPPA secara daring, Kamis (6/4).

Dia menyebut, pada tahun 2022, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memprediksi pendatang baru mencapai 50.000 orang setelah Lebaran. Menurutnya, tahun ini angkanya bertambah seiring dengan berkurangnya kasus Pandemi Covid-19 di Indonesia.

Prijadi menambahkan, sebagai kota yang memiliki banyak pendatang, Pemerintah Daerah dapat melakukan sosialisasi dan advokasi pencegahan dan penanganan TPPO. Pemda melalui Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO, Pemerintah Daerah yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait sampai tingkat RT dan RW, juga dapat mendata pendatang baru, termasuk bahwa pendatang harus memiliki tujuan dan tempat tinggal yang jelas.

"Hal ini juga dilakukan untuk menghindari berbagai permasalahan sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan yang timbul sebagai dampak dari urbanisasi," jelasnya.

Dia menyebut, program Dana Desa dapat menjadi kunci pencegahan TPPO melalui peningkatan pembangunan dan ekonomi di desa. Hal tersebut akan mampu menyerap tenaga kerja masyarakat desa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

53 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Rona
Nekat Bolos Wamil, Mino WIN...
Daerah
DPRD DKI: Digitalisasi Park...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.