PWI-DKPP Teken MoU Sosialisasikan Kode Etik Pemilu
Jumat, 07 Apr 2023, 08:28 WIBJAKARTA - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menandatangani nota kesepakatan dan kesepahaman (MoU) tentang sosialisasi, publikasi, edukasi, dan diseminasi Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP).
Ketua Umum PWI Atal S. Depari dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (6/4), menyatakan pihaknya merasa terhormat bisa bekerja sama dengan DKPP, sebagai lembaga yang penting dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia.
Penandatanganan MoU itu dilakukan Ketua DKPP Heddy Lugito dan Ketua Umum PWI Atal S. Depari di markas PWI Pusat, Jakarta Selatan, Kamis (6/4).
Dia berharap MoU itu menjadi dasar yang kuat bagi PWI, DKPP, dan Mapilu PWI untuk bekerja sama menyosialisasikan etika penyelenggaraan pemilu secara nasional, serta fungsi dan kedudukan DKPP kepada khalayak luas.
"Bentuk kerja sama yang lebih nyata, mungkin seminar atau diskusi tentang pengawasan kinerja penyelenggaraan pemilu, pelatihan wartawan sebagai agen pengawas penyelenggara pemilu, serta workshop cegah tangkal politik pecah belah melalui penyebaran berita bohong atau hoaks di media sosial dalam Pemilu 2024," jelasnya.
Sementara itu, Ketua DKPP Heddy Lugito mengakui publik masih sangat terbatas mengenal lembaganya. Meski tanpa sosialisasi pun pengaduan etik yang diterima dan tengah ditangani DKPP mencapai 253 aduan.
"Bayangkan jumlah pimpinan DKPP itu lima orang yang ex oficio dua orang Bawaslu, jadi sangat besar. Hari ini saya memplenokan ada 12 putusan, baru selesai tadi. Kemarin kami menyidangkan enam putusan. Jadi luar biasa besar dan yang dipublikasikan yang menarik saja, terutama kasus Hasyim KPU," jelasnya.
Dia mengatakan ruang lingkup penanganan pelanggaran dugaan KEPP mencapai seluruh kabupaten/kota di Indonesia. Menurutnya, DKPP harus memastikan seluruh penyelenggara pemilu di 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi di seluruh Indonesia berada pada rel yang benar.
"Anggota KPU Bawaslu main judi diadukan ke DKPP. Jadi penyelenggara pemilu kayak malaikat tidak boleh salah sedikit pun, makanya DKPP banjir pengaduan. Kami butuh mitra strategis seperti PWI untuk lebih menginternalisasi kode etik pada setiap penyelenggara pemilu," harapnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Virus Nipah Belum Ada Vaksin, PHBS Jadi Langkah Pencegahan
-
Pertamina Berdayakan Bank Sampah Beo Asri Kelola Minyak Jelantah, Hasilkan Energi Bersih dan Sumber Ekonomi Bagi 880 Warga Cilacap Selatan
-
Pemprov Berencana Perbaiki Pasar Taman Puring
-
PWI Tegaskan Pentingnya Perlindungan bagi Wartawan
-
BTS dan Spotify Bikin Acara "Swimside" Berlayar di Sungai Han
-
Menkeu Sri Mulyani Temui Menkeu Arab Saudi, Lanjutkan Rencana Prabowo Soal Haji
-
Windows 11 Bakal Dapat Update Fitur Besar Lagi Setelah 25H2, Fitur AI Bikin PC Kamu Lebih Pintar
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.