Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Diminta Hindari Mudik dengan Sepeda Motor

📅 Kamis, 06 Apr 2023, 01:00 WIB | Oleh:
Warga Diminta Hindari Mudik dengan Sepeda Motor Doc: Istimewa
Ket. Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy.

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy, menyarankan, para pemudik menghindari penggunaan sepeda motor. Menurutnya, pemudik bisa memilih sarana transportasi yang lebih aman untuk mudik lebaran Idul Fitri Tahun 2023/1444 Hijriah.

"Pilihlah sarana transportasi yang paling aman. Hindari menggunakan kendaraan roda dua," ujar Muhadjir, di Jakarta, Rabu (5/4).

Dia mengatakan, jika ingin mudik dengan membawa motor lebih baik dititipkan ke perusahaan jasa. Pemerintah juga telah memfasilitas jasa pengangkutan di sarana transportasi yang tersedia.

"Kementerian Perhubungan sudah menyiapkan kereta api, menyiapkan truk untuk mengangkut kendaraan roda dua bagi siapa saja yg akan mudik. Bahkan juga kapal," jelasnya.

Muhadjir meminta, pemudik mempersiapkan keberangkatannya jauh-jauh hari sebelum berangkat mudik. Hal tersebut untuk mencegah kejadian yang tidak dinginkan. "Kemudian siapkan semuanya baik-baik, Intinya jangan sampai mudik yang niatnya ingin bergembira tapi yang didapat kesusahan," tandasnya.

BUMN Transportasi

Anggota Komisi VI DPR RI, Deddy Yevri Hanteru Sitorus, mengingatkan kepada BUMN sektor transportasi untuk memastikan aspek keamanan untuk menghadapi arus mudik lebaran harus memenuhi standar. Aspek keamanan merupakan hal vital yang harus dipastikan masing-masing moda transportasi.

Deddy menambahkan, aspek kenyamanan juga penting dan tidak bisa terpisahkan dari pelayanan yang diberikan. Menurutnya, fasilitas yang baik sebenarnya harus sudah terkandung dalam pelayanan yang diberikan.

"Lalu yang ketiga tentu kemudahan, tadi ticketing, termasuk juga orang kalau masuk ke area katakanlah pelabuhan, kemudahan untuk masuk kedalam kapal, ke kereta dan sebagainya, aspek kemudahan ini harus juga bagian dari servis kita," katanya.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya mendorong Asosiasi Jalan Tol Indonesia (ATI) memberikan diskon tarif tol selama masa mudik Lebaran.

"Saya sudah ngojok-ngojoki (mendorong) itu ATI, Asosiasi Tol, supaya mereka (memberi diskon), sekarang mereka sedang hitung," kata Basuki dijumpai di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, usai melakukan rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo.

Basuki mengatakan sampai saat ini pemerintah belum mengetahui ada tidaknya diskon tarif tol. Menurut Basuki, kementerian tidak bisa berinisiatif menurunkan tarif tol karena akan mendistorsi investasi.

"Oh enggak boleh (kementerian berinisiatif turunkan tarif tol), itu investasi kan, jadi mendistorsi investasi, katanya begitu. Jadi saya tunggu saja, ngojok-ngojoki (mendorong)," kata dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.