Mungkin Gak Sih Lahiran Normal Setelah Caesar? Begini Penjelasannya
Kamis, 06 Apr 2023, 13:13 WIBDokter Spesialis Anak Konsultan Gastrohepatologi, Ariani Dewi Widodo dari Ikatan Dokter Anak Indonesia mengungkapkan, melahirkan normal setelah melahirkan melalui operasi caesar bisa dilakukan. Namun, dengan catatan kandungan sudah pulih.
"Setelah melahirkan caesar sebetulnya ada yang namanya VBAC atau Vaginal Birth After Caecarian Section. Jadi bisa, asal dalam batas waktu tertentu sehingga dianggap kandungannya sudah pulih lagi," kata Ariani dalam webinar Bicara Gizi, dikutip dari Antara, Kamis (6/4).
VBAC adalah melahirkan melalui pervaginaan setelah melahirkan melalui operasi caesar (C-section) yang melibatkan pembuatan sayatan bedah di perut ibu.
Studi dari American Pregnancy Association menunjukkan sebanyak 60 persen hingga 80 persen wanita yang melahirkan secara caesar berhasil melahirkan secara normal pada kehamilan berikutnya. Hasil studi ini didukung data lain dari National Institute of Child Health and Human Development yang memperlihatkan sekitar 75 persen upaya VBAC berhasil.
Wanita yang ingin memillih VBAC disarankan berkonsultasi dulu dengan dokter termasuk untuk mengetahui apakah kandungannya sudah pulih usai melahirkan caesar.
"Karena saat melahirkan normal pasti kontraksi sekencang-kencangnya, jadi, harus yakin dulu (kandungan) sudah pulih kembali," ujar Ariani.
Lebih lanjut, kata Arini, melahirkan secara caesar dikaitkan dengan konsekuensi kesehatan jangka pendek maupun panjang bagi ibu dan anak. Salah satu risiko kesehatan yang dialami anak akibat metode caesar yakni mengalami ketidakseimbangan mikrobiota atau disbiosis dalam ususnya.
"Komposisi mikrobiotanya jadi berubah. Kalau bayi yang lahir normal, Lactobasillus atau bakteri baik banyak, juga bakteri baik lainnya. Kalau bayi yang lahir caesar jumlah bakteri baik sangat sedikit sehingga yang menguasai bakteri lapangan yakni bakteri jahat dan kuman kulit," ucapnya.
Ia menjelaskan, disbiosis usus pada anak yang lahir secara caesar akan meningkatkan risiko masalah kesehatan di masa depan terutama pada imunitas dan tumbuh kembangnya sehingga perlu mendapatkan penanganan yang tepat.
Di Indonesia, data Riset Kesehatan Dasar (Riskedas) tahun 2018 menunjukkan, tingkat persalinan caesar dalam skala nasional naik dari 8,2 persen (Riskesdas 2013) menjadi 17,6 persen.
Menurut Ariani, ada banyak faktor di balik peningkatan angka caesar, termasuk indikasi klinis dan faktor non-klinis seperti permintaan orangtua.
Redaktur: Fiter Bagus
Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi
Berita Terkait:
-
Wajib Tahu! Kurang Tidur di Usia 40-an dan 50-an Bisa Meningkatkan Risiko Alzheimer di Kemudian Hari
-
OpenAI Rilis Fitur Health di ChatGPT, Terhubung ke Apple Health dan Rekam Medis
-
Yura Yunita Hadirkan Series “Main ke Rumah”
-
Perut Anda Buncit? Jalan Kaki 10 Menit Sehabis Makan Solusinya!
-
Apa Itu "Tai Chi Walking", Apa Manfaatnya Bagi Tubuh?
-
Puluhan Warga Terjaring Razia Busana Ketat di Aceh Barat
-
Seorang Jamaah Haji Asal Lebak Wafat di Makkah Saat Hendak Berwudhu
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.