OPEC+ Pangkas Produksi, Harga Minyak Melonjak Hampir 8 Persen

Selasa, 04 Apr 2023, 09:02 WIB

LONDON - Harga minyak dunia melonjak pada Senin (3/4) setelah beberapa produsen utama yang dipimpin Arab Saudi melakukan pemotongan produksi yang mengejutkan meski langkah serupa tahun lalu membuat marah AS.

Minyak mentah berjangka melonjak hampir delapan persen pada satu tahap, sehari setelah beberapa anggota aliansi eksportir OPEC+ secara tak terduga memangkas produksi dengan total lebih dari satu juta barel per hari.

Ket. Foto: Negara-negara penghasil minyak utama yang tergabung dalam OPEC+ memangkas produksi , membuat harga minyak melambung. — Sumber: AFP/Andrei PUNGOVSCHI

Pengurangan yang mengejutkan itu akan dimulai pada Mei dan berlangsung hingga akhir tahun. OPEC+ mengatakan pada Senin, langkah itu melibatkan Aljazair, Gabon, Irak, Kazakhstan, Kuwait, Oman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab.

Langkah itu datang atas keputusan dari Rusia, yang anggota OPEC+, untuk memperpanjang pemotongan 500.000 barel per hari.

Kartel minyak itu telah membuat marah Washington pada bulan Oktober dengan memangkas produksi sebesar dua juta barel per hari.

Saat itu, Gedung Putih menuduh OPEC+ "bersekutu dengan Rusia". Pemotongan itu disebut akan meningkatkan pendapatan Moskow dan merusak sanksi Barat yang diberlakukan atas invasi ke Ukraina.

Perang Rusia di Ukraina membuat harga energi melonjak tahun lalu, memicu inflasi tinggi di seluruh dunia, namun harga minyak mentah turun sejak saat itu.

OPEC+ mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Senin, langkah hari Minggu itu adalah "langkah pencegahan yang ditujukan untuk mendukung stabilitas pasar minyak".

Kremlin juga membela keputusan tersebut, dengan mengatakan, "demi kepentingan pasar energi global agar harga minyak dunia tetap pada tingkat yang baik".

"Apakah negara lain senang dengan ini atau tidak, itu urusan mereka," kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada wartawan.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.