Afrika Selatan Kembalikan Pembangkit Listrik Tenaga Air Uganda

Minggu, 02 Apr 2023, 14:19 WIB

Menteri Energi Uganda Ruth Ssentamu Nankabirwa menyampaikan bahwa perusahaan listrik Afrika Selatan, Eskom, mengembalikan dua pembangkit listrik tenaga air kepada pemerintah Uganda. Adapun pengembalian tersebut setelah pihak berwenang Uganda menolak untuk meperpanjang lisensi Afrika Selatan.

Di bawah konsesi 20 tahun yang ditandatangani pada tahun 2002, Eskom telah menjalankan dua pembangkit listrik yang terletak di sumber Sungai Nil di Jinja, sekitar 90 km (56 mil) sebelah timur ibukota Kampala. Kedua pembangkit listrik tersebut memiliki kapasitas pembangkit listrik terpasang sebesar 380 megawatt.

Ket. Foto: Ilustrasi — Sumber: Istimewa

Tahun lalu, pemerintah mengatakan tidak akan memperpanjang lisensi Eskom yang akan habis masa berlakunya bulan ini dan sebagai gantinya akan menjalankan kedua pembangkit listrik tersebut sebagai bagian dari rencana untuk mengurangi biaya listrik bagi para konsumen. Sehingga, Eskom Afrika Selatan mengembalikan pembangkit listrik Uganda setelah masa berlaku lisensi habis. Bagian dari rencana tersebut, menurut pemerintah, adalah untuk mengurangi modal swasta di sektor ini.

"Kami juga sangat yakin bahwa Eskom telah membangun kapasitas lokal yang memadai yang akan dapat melanjutkan operasi dan pemeliharaan yang tepat dari kompleks tersebut," kata Nankabirwa mengatakan ketika mengambil alih PLTN dari Eskom, dikutip dari Reuters, Selasa (28/3).

Dalam sebuah pidato pada saat pengalihan Eskom, Nankabirwa mengatakan bahwa Uganda Electricity Generation Company Ltd (UEGCL), perusahaan listrik negara Uganda, akan mengoperasikan pembangkit-pembangkit tersebut. Ia mengatakan bahwa pemerintah sedang melakukan audit untuk menentukan apakah Eskom harus membayar kompensasi atas investasi yang belum dikembalikan.

"Pemerintah Uganda siap untuk memenuhi kewajiban yang belum dibayar yang akan muncul dari audit ini," ucapnya.

Uganda memiliki kapasitas terpasang sekitar 1.400 MW listrik dan kapasitas tersebut akan meningkat menjadi 2.000 MW ketika pembangkit listrik yang dibangun oleh Tiongkok, Karuma, yang juga berada di Sungai Nil, mulai beroperasi tahun ini.

Redaktur: Fiter Bagus

Penulis: Rivaldi Dani Rahmadi

Berita Terbaru

Mentan: Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Ketahanan Pangan Aman

Huawei FreeClip 2 S Segera Hadir di Indonesia, Usung Desain Airy C-Bridge dan Audio Adaptif

Pramono: LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai akan Diresmikan Presiden Prabowo pada 26 Agustus

Di Tengah Misi Padamkan Karhutla, Mobil Damkar Belitung Malah Kecelakaan

Dinas Pariwisata Bali Minta Wisatawan Mancanegara Tak Khawatirkan Isu Virus Zika

Paus Sampaikan Solidaritas untuk Korban Gempa NTT

Karya Anak Magelang Bikin Terpukau, 30 Pelukis Cilik Ramaikan “Ruang Khayal Anak #1”

Ikea Indonesia Hadirkan Grejsimojs, Dorong Keluarga Ciptakan Lebih Banyak Momen Bermain di Rumah

Tim Gabungan Tambah Kekuatan Personel untuk Padamkan Karhutla di Pelalawan Riau

Kesempatan Emas untuk UMKM! Pemkab Bandung Beri Pinjaman Rp10 Juta Tanpa Bunga

Erajaya Digital Hadirkan CMF Clip Pro di Indonesia, Usung Desain Open-Ear dan Audio Hi-Res

Guangdong Melirik Industri Motor Listrik Indonesia, Ada Potensi Besar!

Menkes Dorong Dokter Indonesia Perkuat Kolaborasi Internasional

BI: Transaksi QRIS Bebas Biaya Mulai 1 Oktober 2026

Mercedes-Benz Perbarui C-Class, Hadirkan Desain Lebih Tegas dan Teknologi AI

Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo, dan BP Alami Penyesuaian

Pegadaian Area Kebayoran Baru Gelar Edukasi Literasi Keuangan untuk Komunitas Ojek Pangkalan

Pemkot Yogyakarta Dongkrak Kunjungan Wisatawan melalui Festival Prawirotaman

Bangkok Dinobatkan sebagai Kota Workcation Terbaik Dunia 2026

Pemerintah Kabupaten Natuna Salurkan Air Bersih kepada Warga Terdampak Kekeringan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.