- Home
-
- Luar Negeri
-
- IMF Setujui Paket Pinjaman...
IMF Setujui Paket Pinjaman 15,6 Miliar Dolar untuk Ukraina
Sabtu, 01 Apr 2023, 15:00 WIBWASHINGTON - Dana Moneter Internasional (IMF) menyetujui paket senilai 15,6 miliar dolar AS untuk Ukraina guna membantu pemulihan ekonomi negara yang dilanda konflik itu. IMF mengumumkan dalam sebuah pernyataan pada Jumat (31/3).
Invasi Rusia telah menghancurkan ekonomi Ukraina, menyebabkan aktivitas berkontraksi sekitar 30 persen tahun lalu, menghancurkan sebagian besar stok modalnya, dan menyebarkan kemiskinan, menurut IMF.
Pecahnya perang telah berdampak pada ekonomi global, memicu inflasi global lewat kenaikan harga gandum dan minyak.
Invasi tersebut juga menyoroti ketergantungan Eropa pada gas alam Rusia untuk keamanan energinya. Banyak negara terpaksa mencari sumber energi alternatif.
Program dua langkah berupaya menstabilkan situasi ekonomi negara itu sementara perang berlanjut, sebelum beralih ke "reformasi struktural yang lebih ambisius" setelah berakhirnya permusuhan, kata wakil direktur pelaksana IMF Gita Gopinath dalam sebuah pernyataan.
Fasilitas Perpanjangan Dana 48 bulan yang disetujui dewan IMF bernilai sekitar 15,6 miliar dolar AS.
Ini merupakan bagian dari paket dukungan IMF 115 miliar dolar yang terdiri dari keringanan utang, hibah, dan pinjaman oleh lembaga multilateral dan bilateral, kata kepala misi IMF di Ukraina Gavin Gray kepada wartawan pada Jumat (31/3).
"Tujuan dari program baru Ukraina yang didukung IMF ini untuk memberikan jangkar bagi kebijakan ekonomi, kebijakan yang akan mempertahankan stabilitas keuangan ekonomi makro dan mendukung pemulihan ekonomi dan ekonomi," katanya.
Dari jumlah total yang disetujui IMF, 2,7 miliar dolar akan segera tersedia untuk Ukraina, sisa dana akan dikeluarkan selama empat tahun ke depan.
Program tersebut juga mencakup jaminan tambahan dari beberapa anggota IMF jika pertempuran berlanjut melebihi perkiraan saat ini pada pertengahan 2024.
Jika konflik berlanjut hingga 2025, kebutuhan keuangan Ukraina akan meningkat dari 115 miliar dolar menjadi sekitar 140 miliar dolar, kata Gray.
"Program ini telah dirancang sedemikian rupa sehingga akan berhasil bahkan jika keadaan ekonomi jauh lebih buruk daripada garis dasar saat ini," katanya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: AFP
Berita Terkait:
-
Implementasi ESG: PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk Perkuat Praktik Bisnis Berkelanjutan Sepanjang 2025
-
Perkuat AI-Powered Telco, Indosat Hadirkan Akses Google Gemini AI bagi Pelanggan IM3 dan Tri
-
Pertamina Pastikan Distribusi BBM untuk Arus Balik Lebaran di Sumut Aman
-
Persib Bandung Larang Aremania Datang ke Stadion GBLA
-
IMF akan Pangkas Perkiraan Pertumbuhan Global Akibat Perang Timur Tengah
-
Tiongkok Berlakukan Pembatasan Zona Udara Pesisir Selama 40 Hari
-
Tragedi Bantargebang: Wagub Rano Karno Pastikan Pemprov DKI Tak Halangi Proses Hukum
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.