Pangkalpinang Ingin Menyelenggarakan Guru Penggerak Secara Mandiri

Kamis, 30 Mar 2023, 19:19 WIB

PANGKALPINANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Pangkalpinang ingin menyelenggarakan Guru Penggerak secara mandiri. Adapun Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai penyelenggara program belum merestui rencana tersebut.

"Kami ingin coba adakan mandiri, tapi belum direstui. Kementerian bilang masih ranah kementerian," ujar Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang, Novian Yuspandi, dalam acara Press Tour Merdeka Belajar, di Pangkalpinang, (30/3).

Ket. Foto: Kabid Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pangkalpinang, Novian Yuspandi (kanan) dan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Pemkot Pangkalpinang, Subekti (kiri) dalam acara Press Tour Merdeka Belajar, di Pangkalpinang, (30/3). — Sumber: istimewa

Dia mengatakan, pihaknya memiliki kemampuan menyelenggarakan program dengan dukungan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, program Guru Penggerak sangat penting dalam rangka meningkatkan kualitas guru dan menyiapkan calon pemimpin bidang pendidikan.

"Kami berkomitmen menyiapkan guru melalui pelatihan dan penguatan kepala sekolah. Tujuan kita menggelar mandiri untuk meningkatkan kompetensi dan ada reward lulusan menjadi kepala sekolah," jelasnya.

Butuh Pemimpin

Novian mengungkapkan, Pangkalpinang membutuhkan pemimpin di sektor pendidikan, terutama seperti kepala sekloah. Menurutnya, para guru di Pangkalpinang justru enggan mengambil tanggung jawab tersebut.

Dia mengatakan saat ini baru ada 10 guru penggerak di Pangkalpinang dengan rincian 5 guru SD dan 5 guru SMA. Jumlah tersebut masih kurang mengingat untuk mengisi posisi kepala sekolah dari Guru Penggerak. "Dari 10 itu hanya ada 2 yang sudah jadi kepala sekolah. Kita masih butuh lebih banyak lagi," katanya.

Dia menerangkan, dengan adanya Permendikbudristek Nomor 4 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah, mengatur bahwa pemda harus mengutamakan guru penggerak untuk menjadi kepala sekolah. Adapun untuk mengatasi kekurangan guru penggerak, pemilihan kepala sekolah bisa oleh guru biasa dengan masa memimpin selama empat tahun.

"Tidak serta merta lulus Guru Penggerak diangkat jadi kepala sekolah. Kita lihat kontribusi nyata mereka, setelah itu kita lihat kembali kompetensinya untuk menjadi kepala sekolah," tandasnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra, Pemkot Pangkalpinang, Subekti, mengatakan, salah satu keengganan guru di Pangkalpinang menjadi kepala sekolah adalah keharusan mengelola keuangan seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Menurutnya, jika dinas mengelola BOS bisa jadi guru lebih berminat menjadi kepala sekolah.

"Kepala sekolah saat ini punya anggaran. Pemegang anggaran biasanya suka ditanyai, meski benar imementasinya," terangnya.

Guru Penggerak SD di Pangkalpinang, Ria Anggraeni menerangkan, dalam program tersebut selain mendapat materi pengajaran juga mendapat kiat pemanfaatan aset sekolah untuk peningkatan kuitas pembelajaran. Materi kepemimpinan di dalamnya juga sangat relevan.

"Manajerial keuangan itu berat. Kami mempelajari soal manajemen risiko untuk meminimalisir hal-hal yang merugikan pembelajaran," ucapnya.

Guru Penggerak SMA di Pangkalpinang, Sri Wantoro, menuturkan, kedisiplinan menjadi satu hal penting dalam masa pendidikan guru penggerak. Selain itu, peserta juga didorong taat aturan ketika menjadi kepala sekolah. "Kami dididik aturan adalah aturan. Teman terbaik kepala sekolah adalah aturan," tuturnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Muhamad Ma'rup

Berita Terbaru

LG Borong 17 Penghargaan IDEA 2026, Perkuat Prestasi Triple Crown di Ajang Desain Global

Trump Sumringah, Mahkamah Agung AS Izinkan Kembali Pembangunan Ballroom Gedung Putih

Uniqlo Fall/Winter 2026 Hadirkan Gaya Urban Fleksibel, Temani Aktivitas dari Kerja hingga Traveling

Terisolasi Usai Gempa M 7,7! Kemen ESDM Beberkan Kondisi Listrik dan BBM di Manggarai!

Ramaikan GBK, Lebih dari 5.000 Peserta Tumpah Ruah di BrookFarm Almond Run 2026

Siap Duduk Satu Meja? Pertemuan Putin dan Donald Trump di KTT APEC Tinggal Menunggu Waktu!

Mencekam! Lahan Gambut Pinggir Jalan Tol Mendadak Terbakar, Petugas Bertarung Tengah Malam!

Harga Bahan Pokok Lebak Merangkak Naik, Ada Apa dengan Pasar?

Tinggalkan Cara Lama! UMKM Papua Dipaksa Naik Kelas Lewat Jurus Digital BI!

Ekspedisi Patriot Gebrak di Kawasan Transmigrasi Simeulue, Budi Daya Ikan Dibidik Jadi Mesin Ekonomi

Omzet UMKM di KKI 2026 Tembus Rp144,2 Miliar, Produk Lokal Makin Menggigit

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.