Kecemasan Pasar Mereda
Rabu, 29 Mar 2023, 08:29 WIBJAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS berpotensi kembali menguat dalam perdagangan, hari ini (29/3), meskipun pergerakannya masih dibayangi perkembangan krisis kepercayaan perbankan, terutama di Amerika Serikat (AS).
Namun, potensi penguatan rupiah tersebut didukung dana asing masuk (capital inflow) ke pasar Surat Berharga Negara (SBN).
Chief Analyst DCFX Futures Lukman Leong memproyeksikan kurs rupiah terhadap dollar AS dalam perdagangan di pasar uang antarbank, Rabu (29/3), bergerak di kisaran 15.000-15.200 rupiah per dollar AS dengan kecenderungan menguat.
Sebelumnya, nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir perdagangan Selasa (28/3), menguat 78 poin atau 0,51 persen dari sehari sebelumnya menjadi 15.085 rupiah per dollar AS di tengah meredanya kekhawatiran krisis perbankan.
"Rupiah diperdagangkan menguat terhadap dollar AS karena meredanya kekhawatiran krisis perbankan," kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta.
Rully menuturkan kekhawatiran krisis perbankan mereda setelah langkah-langkah yang diambil oleh Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed dan Pemerintah AS serta pengambilalihan aset-aset bank yang ditutup oleh beberapa bank-bank sehat.
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara, Muchamad Ismail
Berita Terkait:
-
Gempa dengan Magnitudo 7,7 Picu 111 Gempa Susulan! Ini Imbauan Terbaru BMKG
-
Sentimen Domestik terhadap Rupiah Relatif Positif Jelang Rapat Dewan Gubernur BI
-
Dorong Ketahanan Pangan, Kemenperin Perkuat Mutu Industri Pupuk Lewat Standardisasi & Sertifikasi
-
Telkom Kebut Pemulihan Layanan Pascagempa NTT, Ini Langkahnya
-
Rupiah Hari Ini Bergerak Melemah Seiring Pidato "Hawkish" Kepala The Fed
-
Gunakan Kain Songket dan Ronce saat Peringatan HUT Ke-81 RI, Presiden Prabowo Dinilai Bawa Identitas dan Budaya RI
-
Rupiah Terancam Melemah - 09 September 2026
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.