Kawal Ketat Distribusi Pangan selama Ramadan

Rabu, 29 Mar 2023, 07:55 WIB

JAKARTA - Perwakilan Satgas Pangan Polri Kombes Hermawan mengatakan pengawasan dan deteksi dini ketersediaan dan kenaikan harga pangan sangat penting selama hari besar keagamaan nasional (HBKN) puasa dan lebaran. "Satgas Pangan serta Satgas Pangan Daerah secara konsisten melakukan pengawasan khususnya terhadap bahan pangan pokok yang mengalami kenaikan harga secara terus menerus," tegasnya dalam Forum Rembug Pangan di Jakarta, Senin (27/3) petang.

Dia juga memastikan Satgas Pangan siap terlibat aktif dalam berbagai program stabilisasi harga, seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) serta menjalin kordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mobilisasi komoditas pangan dari daerah surplus ke daerah defisit.

Ket. Foto: — Sumber: istimewa

Pada kesempatan sama, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Arief Prasetyo Adi memastikan stok semua bahan pangan pokok mencukupi hingga Idul Fitri mendatang. Dia juga menekankan pentingnya menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga pangan dari hulu hingga hilir secara berkelanjutan sehingga dibutuhkan ketersediaan fasilitas penyimpanan atau rantai dingin untuk memperpanjang umur simpan.

"Berdasarkan diskusi yang berkembang tadi, salah satu tantangan yang dihadapi adalah management stock, untuk itu ke depan salah satu yang harus dibangun adalah rantai dingin supaya indeks ketahanan pangan kita lebih baik lagi," terangnya.

Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia (ABMI) Juwari mengungkapkan ketersediaan bawang merah untuk memenuhi permintaan selama Ramadan dan Idul Fitri dipastikan aman. Adapun mengenai penguatan ekosistem pangan, dia menekankan pentingnya peningkatan sarana rantai dingin atau cold storage di sentra produksi, sehingga mendukung peningkatan ketersediaan dan stabilitas harga produk bawang merah.

"Keberadaan cold storage sangat penting untuk menyimpan bawang merah dan dikeluarkan di bulan-bulan defisit. Dengan adanya cold storage bisa mengurangi penyusutan sebanyak 5 persen," ujarnya.

Stok Aman

Sementara itu, Ketua Asosiasi Agribisnis Cabai Indonesia (AACI), Abdul Hamid mengatakan ketersediaan cabai aman dengan harga normal pada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) puasa dan lebaran ini, khususnya untuk jenis cabai rawit merah.

Untuk ketersediaan komoditas daging, Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Indonesia (Aspidi) Suhandri mengatakan kunci ketersediaan komoditas daging adalah dengan mengamankan stok di tiga wilayah yang menjadi barometer harga, yaitu DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Agar harga daging di tingkat konsumen terjaga, dia mengatakan dukungan pemerintah melalui operasi pasar sangat penting.

Terkait telur dan daging ayam, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar), Muchlis Wahyudi mengatakan produksi telur saat ini cukup baik sehingga ketersediaan telur ayam pada HBKN aman dan mencukupi. Dia menyampaikan, bahwa setelah lebaran harga telur diprediksi akan berangsur turun.

Lebih lanjut, pihaknya mendukung agar program bantuan pangan non tunai serta program bantuan pangan untuk pencegahan stunting segera direalisasikan pemerintah, sehingga dapat membantu tingkat serapan telur dan daging ayam di peternak. III

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.