Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Yang Menganggur, 'Link & match' Pendidikan dan Kebutuhan Industri Film Masih Jadi Pekerjaan Rumah

📅 Rabu, 29 Mar 2023, 21:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Banyak Yang Menganggur, 'Link & match' Pendidikan dan Kebutuhan Industri Film Masih Jadi Pekerjaan Rumah Doc: Antara
Ket. Warga menyaksikan pemutaran film Si Doel Anak Betawi karya Sjuman Djaya di halaman Perusahaan Umum Produksi Film Negara (Perum PFN), Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Jakarta, 29/3 (ANTARA) - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) memandang bahwa masih belum tercapainyalink and matchantara kurikulum pendidikan film dengan kebutuhan industri menjadi salah satu "pekerjaan rumah" bagi ekosistem industri film nasional.

"Dari sudut pandang Kemendikbudristek tidak lepas dari pendidikan film baik di level sekolah menengah atau vokasi hingga pendidikan tinggi, di mana masih belum tercapainyalink and match antara kurikulum pendidikan film dengan kebutuhan industri film nasional," kata Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru Kemendikbudristek Ahmad Mahendra Rabu (29/3).

Sebelumnya pada Senin (6/3) di Konferensi Hari Film Nasional yang diadakan oleh Badan Perfilman Nasional (BPI), Kemendikbudristek telah menyebutkan belum ada skema berbentuk kurikulum yang bisa mengaitkan ketersediaan sumber daya manusia (SDM) dengan industri perfilman.

Pada kesempatan tersebut,Mahendra mengingatkan perlunya diskusi bersama berbagai pihak terkait untuk membahas permasalahan tersebut agar jangan sampai lulusan film menganggur karena tidak siap menghadapi industri.



Untuk membangun penguatan ekosistem film nasional, Mahendramengatakan pihaknya pada tahun ini fokus pada pengembangan komunitas melalui berbagai program peningkatan kapasitas hingga fasilitasi baik terhadap sineas maupun karya film Indonesia diluncurkan oleh Kemendikbudristek.

"Program peningkatan kapasitas ini berupa program inkubasi atau lab antara lain Indonesiana Films, Layar Indonesiana atau kompetisi produksi film pendek, Producer's Lab yang bekerja sama dengan Jakarta Film Week yang pada dasarnya mencari bakat serta cerita yang berkualitas," kata dia.

Selain itu, dalam beberapa tahun terakhir, Kemendikbudristek juga memfasilitasi hampir semua festival film yang tersebar di Indonesia. Tak sampai di situ, Kemendikbudristek juga meluncurkan "Dana Indonesiana" berupa fasilitasi dana hibah yang diberikan kepada suatu kelompok kebudayaan atau perseorangan.

Peringatan Hari Film Nasional pada 2023 mengusung tema "Bercermin pada Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan". Merujuk pada tema ini, Mahenda mengatakan perlu adanya evaluasi dan pemutakhiran data tentang ekosistem film agar posisi perfilman di Indonesia semakin bisa dipahami baik dari aspek kualitas filmnya, kualitas pekerja film, dan industrinya.

"Indonesia tidak pernah kekurangan cerita, ada banyak kebudayaan Indonesia, pengetahuan tradisional, isu dan kearifan lokal yang bisa diolah sebagai modal pengembangan materi film," ujar dia.

"Untuk memperkuat modal tersebut, perlu ekosistem yang kuat dan pastinya memerlukan kerja sama dengan berbagaistakeholderperfilman dan juga pemerintah baik di pusat dan di daerah," pungkas Mahendra.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.