Dalangi Penipuan, Pengusaha Kripto Asal Korsel Ditangkap di Montenegro

Jumat, 24 Mar 2023, 08:44 WIB

MONTENEGRO - Pengusaha kripto asal Korea Selatan, Do Kwon, yang menjadi buronan dengan tuduhan mendalangi penipuan multi-miliar dolar yang mengguncang pasar kripto global tahun lalu, telah ditangkap di Montenegro. Ia menghadapi tuduhan kriminal baru di Amerika Serikat.

Kwon ditangkap bersama warga negara Korea Selatan lainnya, kata Kementerian Dalam Negeri Montenegro, Kamis (23/3). Taipan itu ditangkap berdasarkan surat perintah pemerintah Korea Selatan.

Ket. Foto: Menteri Dalam Negeri Montenegro Filip Adzic mengatakan polisi telah menahan 'seseorang yang dicurigai sebagai salah satu buronan paling dicari - warga negara Korea Selatan Do Kwon (foto), salah satu pendiri dan CEO Terraform Labs yang berbasis di Singapura. — Sumber: Thevibes/Twitter/@metafo_io

"Kwon Do-hyung dan Han Chang-joon ditangkap dan dibawa ke kantor kejaksaan negara di Podgorica atas tindakan kriminal pemalsuan dokumen," kata pernyataan kementerian dalam negeri.

Selama pemeriksaan paspor untuk penerbangan ke Dubai, keduanya "menggunakan dokumen perjalanan palsu dari Kosta Rika, yang juga ditemukan melalui pemeriksaan Interpol", katanya.

Saat pemeriksaan barang bawaan, juga ditemukan dokumen perjalanan dari Belgia dan Korea Selatan. Sementara pemeriksaan Interpol menemukan bahwa dokumen Belgia dipalsukan, tambah kementerian tersebut.

Polisi menyita tiga perangkat laptop dan lima ponsel.

Masuknya mereka ke Montenegro belum terdaftar, kata kementerian itu.

Korea Selatan telah mengeluarkan surat perintah bagi mereka atas pelanggaran "asosiasi kriminal", tambahnya.

Korea Selatan meminta Interpol pada September lalu untuk mengedarkan "red notice" bagi pemain berusia 31 tahun itu di 195 negara anggota badan tersebut.

Kwon dan lima orang lainnya yang terkait dengan Terraform dicari karena penipuan dan ledakan mata uang digitalnya pada Mei 2022.

Pengadilan federal AS mendakwa Kwon yang berusia 31 tahun dengan delapan dakwaan, termasuk penipuan sekuritas, penipuan komoditas, dan penipuan kawat.Tuduhan itu mengikuti gugatan sebulan lalu dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS.

TerraUSD Kwon dirancang sebagai "stablecoin", yang dipatok ke aset stabil seperti dolar AS untuk mencegah fluktuasi harga yang drastis.

Namun, sekitar 40 miliar dolar AS nilai pasar terhapus untuk pemegang TerraUSD dan Luna, setelah stablecoin jatuh jauh di bawah pasak 1 dolar AS pada Mei tahun lalu.

Kwon dituduh "mengatur penipuan sekuritas aset kripto bernilai miliaran dolar", menurut Komisi Sekuritas dan Bursa AS.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.